MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Malang (Unisma) Ahmad Sufyan Zauri menjelaskan, pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak 12 November 2025 lalu. Tahapan itu bakal dibuka sampai 19 September mendatang.
Itu untuk program studi (prodi) di luar fakultas kedokteran. Sementara pendaftaran prodi-prodi di fakultas kedokteran dimulai 25 November 2025 sampai 7 Agustus nanti. Lebih khusus itu untuk prodi kedokteran, farmasi, dan administrasi rumah sakit.
”Untuk jumlah yang sudah mendaftar atau inden belum bisa kami sampaikan karena biasanya menunggu rekapitulasi pada akhir masa pendaftaran,” ucap Sufyan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Unisma membuka lima jalur pendaftaran.
Jalur pendaftaran yang dibuka meliputi jalur reguler. Kemudian ada jalur pesantren fakultas kedokteran, jalur golden ticket fakultas kedokteran, jalur beasiswa nonfakultas kedokteran, dan jalur rekognisi pembelajaran lampau.
Sufyan melanjutkan, mekanisme pendaftaran di masing-masing jalur berbeda. Untuk prodi di luar fakultas kedokteran menggunakan sistem pertimbangan prestasi akademik di sekolah sebelumnya. ”Jadi kami melihat nilai rapor semester 5 dan melalui tes tulis berbasis komputer,” imbuh dia.
Kemudian di fakultas kedokteran, ada sejumlah seleksi yang harus diikuti. Tidak hanya tes tulis berbasis komputer, namun juga tes psikologi dan tes akademik. Dalam proses PMB, Sufyan tidak memungkiri bahwa kuota di kampus negeri yang cukup banyak memberikan pengaruh.
Pihaknya menyikapi hal itu dengan fokus meningkatkan kualitas. Baik melalui prestasi akademik, nonakademik, maupun fasilitas kampus. ”Lalu kami juga roadshow ke sekolah dan pesantren hingga menggelar edu-fair untuk menarik minat calon mahasiswa baru,” papar dia.
Sementara itu, Kepala Badan Pemasaran dan Inovasi Bisnis Universitas Machung Dwi Andrianti Agustin menyampaikan, pihaknya juga sudah membuka pendaftaran sejak 2025. Tepatnya mulai September 2025 sampai Agustus 2026.
”Untuk jalur masuk, kami memiliki dua skema. Yakni jalur reguler dan jalur beasiswa,” ungkap Dwi. Di jalur beasiswa, ada 14 jenis yang ditawarkan. Antara lain beasiswa akademik, beasiswa KIP kuliah, beasiswa zonasi, beasiswa saudara kandung, beasiswa influencer, beasiswa putra-putri pemuka agama, beasiswa ketua organisasi sekolah, dan lain-lain.
Terkait tantangan dalam proses PMB, Dwi menyebut tidak jauh berbeda dengan kampus swasta lainnya. Namun, pihaknya tetap berupaya memberikan fasilitas dan kualitas unggulan. Salah satunya masa tunggu kerja 0 bulan, terutama bagi lulusan-lulusan yang berprestasi.
Dari sisi pembiayaan, Dwi menyebut ada dua komponen biaya kuliah. Yakni biaya kuliah dengan uang gedung dan UKT. Biaya kuliah tersebut juga bisa dicicil per termin. ”Karena beberapa fasilitas itu, sudah banyak yang inden sampai sekarang. Baik dari lulusan SMA negeri maupun swasta sederajat,” pungkasnya. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra