Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Summer Course Sastra UM 2026: Mahasiswa Internasional Selami Sejarah Singhasari hingga Cicipi Kuliner Malang

Xeon Rhao Loudra Widadi • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:10 WIB
BUDAYA MALANG: Para peserta Summer Course 2026 jelajahi Museum Singhasari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
BUDAYA MALANG: Para peserta Summer Course 2026 jelajahi Museum Singhasari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

MALANG, RADAR MALANG - Program Summer Course yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) telah memasuki hari ketiga dan keempat. Pada kegiatan ini para mahasiswa internasional diajak untuk mengunjungi beberapa peninggalan sejarah yang ada di Malang.

Pada hari ketiga, para peserta melakukan perjalanan budaya (field trip) ke Candi dan Museum Singosari untuk mempelajari sejarah Kerajaan Tumapel. Mereka menyimak dengan antusias narasi sejarah mulai dari masa kejayaan Singhasari hingga kisah legendaris Ken Arok.

Baca Juga: Summer Course Sastra UM 2026: 45 Mahasiswa Internasional Pelajari Warisan Melayu hingga Bikin Keramik

Kunjungan ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta asing yang baru pertama kali mengunjungi situs arkeologi di Indonesia.

“Ini adalah pengalaman pertama saya ke Candi. Acara hari ini membuat saya lebih mengenal sejarah Malang,” ujar Shamsh, peserta asal India.

JELAJAH SEJARAH: Beberapa mahasiswa internasional melakukan foto bersama di depan Candi Singhasari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
JELAJAH SEJARAH: Beberapa mahasiswa internasional melakukan foto bersama di depan Candi Singhasari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

Pihak panitia Summer Course juga menambahkan bahwa eksplorasi candi merupakan pengalaman yang seru.

“Kegiatan field trip sangat seru karena belajar sejarah yang dikaitkan dengan agama,” ungkap Iqnesia, salah satu panitia Summer Course.

Momen menarik lainnya terjadi saat dua peserta, Adiyya dari Thailand dan Hussain dari Pakistan, mendapatkan  kesempatan untuk memegang langsung keris berusia ratusan tahun.

Baca Juga: Skema KIP-Kuliah untuk Calon Mahasiswa Baru UM Jalur Mandiri, Bagaimana Peluangnya?

Setelah puas mengeksplorasi sejarah Singhasari, para mahasiswa diajak mencicipi kuliner Jawa Timur di restoran Ndalem Ratu dengan menu lokal seperti Rawon dan Es Dawet.

Memasuki hari keempat, suasana berubah menjadi lebih kreatif melalui sesi presentasi, di mana seluruh peserta dibagi menjadi 10 kelompok yang nantinya akan menyusun puisi. Selain puisi, para mahasiswa internasional juga menuliskan pengalaman berharga mereka selama mengikuti Summer Course 2026.

REFLEKSI PENGALAMAN: Salah satu peserta tengah membacakan puisi dan pengalaman mereka mengikuti Summer Course selama 4 hari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)
REFLEKSI PENGALAMAN: Salah satu peserta tengah membacakan puisi dan pengalaman mereka mengikuti Summer Course selama 4 hari. (Fakultas Sastra/Universitas Negeri Malang)

 Baca Juga: Abdul Mu’ti Resmikan Penyelesaian Program Revitalisasi 66 Sekolah di Nganjuk, Anggaran Capai Rp51,7 Miliar

Acara ditutup dengan sesi awarding dan penyerahan sertifikat bagi para peserta. Melalui program ini, Fakultas Sastra UM sukses membangun jejaring akademik dan solidaritas antar-mahasiswa internasional, sekaligus memperkuat posisi UM sebagai pusat keunggulan budaya di tingkat global.

Editor : Aditya Novrian
#summer course #Universitas Negeri Malang (UM) #fakultas sastra