MALANG KOTA-RADAR MALANG - Anggaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Malang cukup besar. Tahun ini alokasinya mencapai Rp 400 juta. Dana itu akan digunakan untuk beberapa hal. Di antaranya, perbaikan sistem website hingga sosialisasi dan bimbingan teknis SPMB.
Tahun lalu jumlah anggaran hanya Rp 116 juta saja. Layanan aplikasi dan perbaikan sistem website diklaim menelan dana paling banyak. Terutama untuk penyesuaian sistem karena tahun ini ada petunjuk teknis terbaru terkait nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).
”Kami juga menambah fitur tanya AI untuk memudahkan calon pendaftar,” ujar Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim. Ada juga perbaikan mekanisme daftar operator hingga penambahan security system. Tampilan website SPMB kali ini juga dibuat untuk lebih mudah dioperasikan.
Selain itu, dana SPMB juga banyak dipakai untuk sewa alat operasional digital. Termasuk untuk operasional sosialisasi petunjuk teknis terbaru. Informasi itu harus menyentuh seluruh sekolah yang ada di Kota Malang. Alokasi lain untuk bimbingan teknis yang lebih mendalam khusus operator dan penyedia aplikasi.
Disdik Kota Malang juga bakal membuka posko pengaduan SPMB. Rencananya, disediakan posko-posko pada masing-masing satuan pendidikan.
”Kemungkinan mulai dibuka 1 Juni mendatang,” lanjut Adhim. Termasuk layanan informasi yang disediakan di sekolah-sekolah. Sebab tiap satuan pendidikan juga diberi tanggung jawab memberikan pendampingan sekaligus informasi kepada peserta didiknya yang lulus.
Sebagai contoh dari lulusan TK/PAUD, calon pendaftar bisa bertanya langsung atau datang ke sekolah yang dituju. Begitu juga dengan jenjang SD, informasi lebih banyak datang dari sekolah asal. Paling krusial pendaftar di jenjang SMA karena persaingannya cukup ketat dan aturannya banyak berubah.
Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Malang Agus Wahyudi menuturkan seluruh sekolah sudah menyiapkan SPMB. ”Karena serentak dibuka 8 Juni mendatang, kami juga sudah rampung menyiapkan tenaga kerja dan pelatihan-pelatihan,” pungkasnya. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo