Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6 Bulan Pasca Banjir, 4.820 Sekolah di Aceh, Sumbar, dan Sumut Kembali Belajar Normal

Xeon Rhao Loudra Widadi • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:10 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Dok. Kemendikdasmen)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Dok. Kemendikdasmen)

RADAR MALANG - Sudah setengah tahun berlalu sejak bencana banjir besar melanda tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga kini terus bergerak cepat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan di wilayah-wilayah tersebut.

Data terbaru per Mei 2026 menunjukkan progres yang menggembirakan. Sebanyak 4.820 sekolah dari total 4.922 yang terdampak kini telah kembali menyelenggarakan proses pembelajaran secara normal dan penuh.

Baca Juga: Revitalisasi SMK, Kemendikdasmen Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Dukung Pembelajaran Vokasi

Sementara itu, beberapa sekolah yang belum sepenuhnya pulih terpaksa menggunakan ruang kelas darurat, tenda sementara, atau menumpang di sekolah lain.

Revitalisasi 3.084 Sekolah dengan Anggaran Rp2,9 Triliun

Per tanggal 12 Mei 2026, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp2,9 triliun.

Sebagian besar revitalisasi, tepatnya 2.817 sekolah, dilaksanakan secara swakelola. Sementara itu, 267 sekolah yang mengalami kerusakan parah dan harus direlokasi dikerjakan melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan anggaran lebih dari Rp446 miliar.

Baca Juga: Update Pascabencana Sumatera: 26 Ruang Kelas Darurat Rampung 10 Hari, Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Sumatera Barat Pulih

Sebaran sekolah penerima bantuan ini cukup merata. Aceh menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yaitu 2.085 satuan pendidikan.

Sumatra Barat menyusul dengan 332 sekolah, sedangkan Sumatra Utara mencatatkan 667 sekolah penerima. Dari total tersebut, sebanyak 2.861 sekolah telah menerima dana bantuan tahap pertama sebesar 70 persen dengan total pencairan lebih dari Rp1,9 triliun.

Bantuan Khusus untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Pemerintah juga tidak melupakan para guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang menjadi korban bencana. Bantuan khusus telah disalurkan kepada 53.215 GTK dengan total anggaran lebih dari Rp286 miliar.

Setiap orang menerima bantuan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban para pendidik yang rumah dan tempat kerjanya ikut terdampak banjir.

Baca Juga: Kemendikdasmen, Kemendagri, dan KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi 2026

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah berharap sektor pendidikan di ketiga provinsi ini segera pulih sepenuhnya. Anak-anak pun bisa kembali belajar dengan tenang, aman, dan nyaman di sekolah mereka masing-masing.

Editor : Aditya Novrian
#Revitalisasi #kemendikdasmen #Bencana