Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

FIA UB Perkuat Kompetensi Literasi dan Manajemen Data Digital melalui Kuliah Tamu 3 in 1 bersama Praktisi Industri

A. Nugroho • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:44 WIB
PROFESIONAL: Sesi Kuliah Tamu 3 in 1 Administrasi Bisnis FIA UB tentang Manajemen Data Digital kolaborasi praktisi industri untuk memberikan perspektif langsung mengenai peran data analytics dalam pengambilan keputusan bisnis.
PROFESIONAL: Sesi Kuliah Tamu 3 in 1 Administrasi Bisnis FIA UB tentang Manajemen Data Digital kolaborasi praktisi industri untuk memberikan perspektif langsung mengenai peran data analytics dalam pengambilan keputusan bisnis.

MALANG, RADAR MALANG - Program Studi S-1 Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pengambilan keputusan bisnis berbasis data melalui penyelenggaraan kuliah tamu 3 in 1 bertema manajemen data digital. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada 10 Mei 2026 ini menghadirkan Yohanes Yuda Suharto, MM, sebagai narasumber praktisi industri, dengan Dr. Tsabita Karima, sebagai moderator.

Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai bagaimana data digunakan sebagai dasar analisis, validasi, dan perumusan keputusan dalam lingkungan bisnis modern yang semakin dinamis.

JELAS: Materi dari praktisi tentang analisis data konsumen, customer journey, preferensi pembayaran, serta pemetaan performa pasar sebagai dasar perumusan strategi bisnis yang logis, terukur, dan berbasis bukti dalam pengambilan keputusan berbasis data.
JELAS: Materi dari praktisi tentang analisis data konsumen, customer journey, preferensi pembayaran, serta pemetaan performa pasar sebagai dasar perumusan strategi bisnis yang logis, terukur, dan berbasis bukti dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam pemaparannya, Yohanes Yuda Suharto Staffing & Training Supervisor (HRD) PT Roda Sakti Surya Megah, Malang, Indonesia, menekankan bahwa data tidak dapat dipahami hanya sebagai kumpulan angka, melainkan sebagai representasi perilaku konsumen yang perlu dibaca secara kontekstual dan logis. “Data tanpa konteks hanyalah angka, tetapi data dengan analisa adalah keputusan yang berdampak,” paparnya.

Pernyataan ini menjadi penekanan penting bahwa kemampuan analitis mahasiswa tidak hanya bergantung pada penguasaan perangkat teknis, tetapi juga pada ketajaman berpikir dalam menghubungkan data dengan realitas pasar. Penguatan literasi data tersebut sejalan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena mendorong proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi digital.

Materi kuliah tamu juga membahas konsep Customer Journey, mulai dari tahap pengenalan, interaksi, transaksi, hingga layanan dan loyalitas pelanggan. Yohanes menjelaskan bahwa riwayat transaksi, data demografis, pola interaksi konsumen, serta preferensi pembayaran tunai maupun kredit dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menyusun strategi promosi dan klasifikasi produk. Analisis terhadap sensitivitas konsumen terhadap besaran Down Payment (DP), misalnya, dapat membantu manajemen menentukan skema penawaran yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwa data analytics berperan penting dalam mendukung SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena mendorong inovasi proses bisnis berbasis informasi yang terukur.

Relevansi praktis dari pendekatan berbasis data tersebut terlihat dalam pemetaan performa pasar di wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya, Pasuruan, hingga Probolinggo. Melalui pembacaan capaian unit secara periodik, manajemen dapat menentukan apakah suatu wilayah membutuhkan penguatan promosi melalui Potential Event, sosialisasi, tambahan insentif, atau strategi diskon tertentu. Keputusan semacam ini mencerminkan praktik evidence-based decision making yang mampu meningkatkan efektivitas operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis secara lebih adaptif.

Dengan demikian, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membekali mahasiswa dengan kompetensi strategis untuk berperan dalam ekosistem industri yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kuliah tamu ini, FIA UB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai data analytics, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, logis, dan berbasis bukti dalam menghadapi kompleksitas keputusan bisnis. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi diharapkan mampu menghasilkan lulusan Administrasi Bisnis yang adaptif terhadap transformasi digital, responsif terhadap perubahan pasar, serta mampu mengonversi data menjadi solusi bisnis yang bernilai bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (*)

Editor : A. Nugroho
#DP #HRD #fakultas ilmu administrasi #fia ub