MALANG, RADAR MALANG - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). Tiga mahasiswa angkatan 2024, yaitu Ilham Fikri Hamdani, Zabeltha Najla Sukayat, dan Maria Christie Angelique Santosa berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Dental Olympic National Dentistry of Hang Tuah Scientific Competition (NDHSC) 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras, kekompakan tim, serta semangat mahasiswa FKG UB dalam mengukir prestasi di tingkat nasional.
Tim mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Seluruh proses persiapan, latihan, hingga perjuangan selama kompetisi akhirnya membuahkan hasil terbaik. Bagi mereka, kemenangan ini bukan hanya sekadar gelar juara, tetapi juga pengalaman berharga yang semakin memotivasi untuk terus berkembang dan mengikuti berbagai kompetisi lainnya di masa depan.
Perjalanan tim menuju kemenangan dimulai dari pengalaman mengikuti berbagai lomba bersama sebelumnya. Kekompakan dan komunikasi yang telah terbangun membuat mereka semakin percaya diri untuk mencoba berbagai kompetisi dental quiz dan olimpiade kedokteran gigi.
Saat kesempatan mengikuti NDHSC 2026 terbuka, ketiganya langsung mempersiapkan diri dengan serius demi memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik FKG UB.
Dalam proses persiapan, tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah membagi waktu antara perkuliahan, kegiatan akademik lainnya, dan latihan kompetisi.
Selain itu, tekanan mental saat menghadapi babak final juga menjadi tantangan tersendiri. Tim menuturkan untuk mengatasi hal tersebut, mereka mempersiapkan diri sejak jauh hari, rutin berlatih, serta saling memberikan dukungan agar tetap tenang dan percaya diri selama perlombaan berlangsung.
Ilham Fikri Hamdani menceritakan salah satu momen paling berkesan selama kompetisi adalah saat menghadapi pos carving. “Pos ini menjadi tantangan yang menegangkan sekaligus menguji fokus dan kerja sama tim secara maksimal,” ungkapnya.
Pada sesi tersebut, Ilham mengatakan setiap anggota tim harus bergantian mengerjakan carving dalam waktu yang sangat terbatas, yakni tiga menit per orang. Hal itu harus mereka lakukan tanpa mengetahui bentuk gigi yang akan dikerjakan sebelumnya.
Zabeltha Najla Sukayat juga menuturkan bahwa keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pihak fakultas, dosen pembimbing, hingga teman-teman FKG UB yang terus memberikan semangat selama proses kompetisi.”Dukungan administrasi, motivasi, serta doa menjadi energi tambahan bagi tim untuk tampil maksimal,” beber Zabeltha.
Sebagai penutup, Maria Christie Angelique Santosa mengatakan bahwa prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FKG UB lainnya untuk tidak takut mencoba berbagai kompetisi dan terus mengembangkan potensi diri. “Ini demi membawa nama FKG UB semakin dikenal dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (*)
Editor : A. Nugroho