JAKARTA, RADAR MALANG – Siswa/i SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, hingga memiliki keterampilan yang aplikatif. Namun di lapangan, tantangan yang mereka hadapi juga tidak sedikit.
Banyak siswa SMK harus berhadapan dengan cepatnya perubahan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga tuntutan untuk memiliki kemampuan di luar keterampilan teknis. Dunia kerja hari ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara langsung.
Bagi sebagian siswa, terutama di daerah, akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, maupun pengalaman praktis masih cukup terbatas. Akibatnya, ada jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan gambaran nyata dunia kerja.
Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan menjadi semakin penting. Hal itulah yang jadi perhatian serius PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Dalam program PNM Mengajar, perusahaan hadir sebagai salah satu bentuk intervensi yang relevan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut.
Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepada para siswa/i yang juga menjadi rangkaian kegiatan HUT PNM ke-27.
Sebanyak 2.700 siswa/i SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana dunia entrepreneurship berkembang saat ini.
Mulai dari pentingnya pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan.
Termasuk di antaranya Pekan Nasional Mengajar yang digelar di Malang. Sejumlah sekolah sudah merasakan langsung dampak program ini.
Salah satunya seperti dikatakan Puji Lestari. S.Pd, Ketua BKK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Dia mengaku sangat mengapresiasi perhatian PNM terhadap masa depan anak didiknya.
“Kegiatan hari ini merupakan suatu pengetahuan awal yang dimiliki siswa-siswi yang digunakan dalam dunia kerja,” ujar Puji.
Puji berharap kerja sama PT PNM dalam Pekan Nasional Mengajar ini bisa terus dilanjutkan di sekolahnya. Termasuk agar anak didiknya dapat diterima bekerja di PT PNM. “Semoga ke depan PNM lebih baik lagi, salam untuk PNM,” ungkapnya.
Pada akhirnya, tantangan siswa SMK hari ini bukan hanya soal mencari pekerjaan. Tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Dan di situlah, kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha memiliki peran yang semakin strategis. (*)
Editor : A. Nugroho