Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perkuat Jejaring Internasional, FKG UB Gelar Program Equity Visiting Top Professor Bersama Peneliti Malaysia

A. Nugroho • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:39 WIB
INTERAKTIF: Prof. Lim Vuanghao dari Pusat Kanser Tun Abdullah Ahmad Badawi, Universiti Sains Malaysia, melakukan diskusi riset di FKG UB.
INTERAKTIF: Prof. Lim Vuanghao dari Pusat Kanser Tun Abdullah Ahmad Badawi, Universiti Sains Malaysia, melakukan diskusi riset di FKG UB.

MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) menyelenggarakan program Equity Visiting Top Professor dengan menghadirkan Prof. ChM. Ts. Dr. Lim Vuanghao, IPHM dari Pusat Kanser Tun Abdullah Ahmad Badawi, Universiti Sains Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 27–30 April 2026 ini menjadi bagian dari upaya FKG UB dalam memperkuat kolaborasi akademik dan riset internasional.

Melalui program tersebut, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan peneliti internasional di bidang nanoteknologi dan publikasi ilmiah. Kehadiran Prof. Lim disambut hangat oleh seluruh sivitas akademika FKG UB yang antusias mengikuti kegiatan Equity Visiting Top Professor ini.
Program ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring penelitian global di lingkungan Universitas Brawijaya, khususnya FKG UB.

KOMPAK: Prof. Lim Vuanghao bersama sejumlah dosen FKG UB.
KOMPAK: Prof. Lim Vuanghao bersama sejumlah dosen FKG UB.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Prof. Lim pada 27 April 2026 di Fakultas Kedokteran Gigi UB. Selama beberapa hari, Prof. Lim memberikan kuliah kepada mahasiswa hingga diskusi riset interaktif bersama dosen FKG UB. Topik yang dibahas berfokus pada perkembangan nanoteknologi dalam bidang kedokteran gigi serta strategi menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Melalui program ini, FKG UB ingin mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus. Kehadiran akademisi internasional diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa maupun dosen dalam mengembangkan inovasi penelitian.

Selain memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan terkini, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya akademik yang kompetitif dan kolaboratif. Diskusi mengenai tantangan penelitian global memberikan gambaran nyata mengenai standar riset internasional yang terus berkembang. Hal tersebut menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan.

BERDAMPAK: Prof. Lim Vuanghao saat memberikan kuliah kepada mahasiswa FKG UB.
BERDAMPAK: Prof. Lim Vuanghao saat memberikan kuliah kepada mahasiswa FKG UB.

Ketua panitia kegiatan, Regina Putri Virgirinia,S.Si., M.Sc., D.Sc menyampaikan bahwa program ini memiliki peran penting dalam membangun jejaring akademik internasional yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan peneliti dari luar negeri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan riset di FKG UB.
“Kehadiran Prof. Lim memberikan kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari peneliti berpengalaman di tingkat internasional. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di FKG UB,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pengembangan kapasitas akademik di lingkungan fakultas.
Dengan terselenggaranya program Equity Visiting Top Professor, FKG UB menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan penguatan riset inovatif. Kolaborasi dengan akademisi dunia diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memperluas jejaring akademik, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKG UB dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.
 Semangat kolaborasi dan pertukaran ilmu yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat terus berlanjut melalui kerja sama riset di masa mendatang. FKG UB pun optimistis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor : A. Nugroho
#perkuat jejaring #equity visiting top professor #FKG UB #program