MALANG –Universitas Brawijaya (UB) terus meningkatkan pendidikan vokasi. Kali ini melalui sinergi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Sinergi yang melibatkan UiTM Kedah dan UiTM Puncak Alam diwujudkan dalam kegiatan internasional berskala regional bertajuk Inbound Programme - UiTM x Universitas Brawijaya.
Program yang berlangsung pada 20-26 Mei 2026 mengusung tema “Strengthening ASEAN Academic Collaboration through Vocational Education, Cultural Exchange, and Sustainable Industry Engagement”.
”Program tersebut menjadi bentuk kerja sama internasional yang sangat aplikatif, karena mahasiswa dan dosen dari kedua universitas dapat saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperluas perspektif akademik dan profesional,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Vokasi UB Dr Faidlal Rahman di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Vokasi UB Dieng kemarin.
Ke depan, pihaknya berharap mobilitas tersebut tidak hanya menghadirkan mahasiswa Malaysia ke Universitas Brawijaya.
”Melainkan juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa Vokasi UB untuk belajar dan memperoleh pengalaman akademik di Malaysia,” imbuhnya.
Apresiasi senada turut disampaikan perwakilan dosen pembimbing dari UiTM. Mereka menaruh harapan besar agar implementasi program tersebut mampu menjadi pintu gerbang bagi penguatan kerja sama yang lebih luas dan komprehensif pada masa mendatang. Baik program student exchange, student mobility, kolaborasi riset, hingga inisiatif strategis internasional lainnya.
Struktur rangkaian inbound dirancang secara komprehensif dengan menyelaraskan berbagai aspek. Di antaranya aspek akademik, vokasional, keterlibatan industri, pengabdian masyarakat, hingga pengenalan budaya lokal. Sebagai contoh, sinergi akademik diwujudkan melalui sesi visiting lecturer dari UiTM Kedah yang menyampaikan topik event management dalam mata kuliah digital business start-up. Serta sesi UiTM Puncak Alam dengan topik management of digital transformation pada mata kuliah sistem informasi manajemen.
Kemudian, untuk menguatkan kompetensi praktis, pada hari berikutnya seluruh peserta mengikuti agenda agrotourism visit ke Kusuma Agrowisata di Kota Batu. Di lokasi tersebut, mahasiswa berkesempatan belajar secara langsung.
Salah satunya tentang ekosistem pengelolaan agribisnis dan pariwisata berkelanjutan. Kunjungan tersebut menjadi representasi penting dari metode pembelajaran vokasi yang menghubungkan teori ilmiah dengan implementasi di lapangan.(yun/dan).
Editor : Mahmudan