RADAR MALANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi para murid melalui Program Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026.
Sebanyak 394 SMK resmi mendapatkan bantuan program sertifikasi kompetensi. Para SMK penerima bantuan ini akan berperan sebagai fasilitator bagi murid-muridnya. Tujuannya adalah agar para siswa dapat memperoleh sertifikasi keahlian yang sangat berguna sebagai standar masuk ke dunia industri.
Baca Juga: 120 SMK Terima Program Bahasa Asing Non-Inggris, 13 Ribu Murid Pelajari Mandarin hingga Jerman
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan perhatian penuh pemerintah terhadap penguatan kompetensi murid.
Menteri Abdul Mu'ti juga menjelaskan bahwa sekolah harus mampu mengembangkan soft skills murid. Soft skills yang dimaksud meliputi 4C, yaitu critical thinking (berpikir kritis), collaboration (kolaborasi), creativity (kreativitas), dan communication (komunikasi).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, turut memberikan pandangannya.
Ia menjelaskan bahwa SMK berperan sebagai gerbang yang mengantarkan pendidikan kepada murid. Oleh karena itu, sekolah kejuruan perlu melihat relevansi kebutuhan pasar kerja di masa depan, tidak hanya berpatokan pada kondisi saat ini.
Baca Juga: 3.600 Lulusan SMK dan LKP Diberangkatkan ke Luar Negeri, Momentum Bangkitnya SDM Indonesia
"Dunia yang berubah cepat perlu harus diisi oleh SDM yang memiliki kriteria pasar kerja masa depan. Dengan memiliki sertifikasi keahlian, lulusan SMK akan lebih siap bersaing di dunia kerja karena kompetensinya telah diakui secara profesional," ungkap Dirjen Tatang.
Dengan adanya program sertifikasi kompetensi ini, diharapkan lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga soft skills yang kuat.
Editor : Aditya NovrianSumber : kemendikdasmen.go.id