MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tantangan mengerjakan soal-soal numerasi atau matematika di Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirasakan sejumlah pelajar di Kota Malang. Termasuk oleh 287 siswa-siswi di SMP Negeri 4 Kota Malang.
Kepala SMPN 4 Kota Malang Pancayani Dinihari menyebut, banyak siswa-siswinya yang menyampaikan bahwa mata pelajaran matematika yang diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA) cukup susah.
Salah satunya soal aritmatika sosial. Sebab, bentuknya berupa soal cerita panjang dan pilihan ganda yang kompleks. Sementara waktu yang diberikan hanya 75 menit. Kendati demikian, para siswa merasa tertantang untuk bisa menyelesaikan soal-soal.
”Kalau Bahasa Indonesia sebagian besar yang saya dengar bisa mengerjakan,” kata perempuan yang akrab disapa Dini itu. Saat ditanya capaian yang diraih para siswa dari TKA, dia belum bisa menyampaikan.
Termasuk persentase siswa-siswi yang berpotensi mendaftar jalur prestasi. ”Kami masih menunggu analisis dari Disdikbud,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMP Kristen Mardiwiyata Yoseph Banggo menyampaikan, di sekolahnya ada siswa yang meraih nilai tertinggi untuk Bahasa Indonesia mencapai 100. Lalu pada mata pelajar matematika paling tinggi nilainya 93,33.
Yoseph melihat pelaksanaan TKA harus dievaluasi kembali. Dia menyebut, kategori penilaian dan interval untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia beserta matematika tidak sesuai surat edaran dari Kemendikdasmen RI. Untuk diketahui, ada empat kategori penilaian yang ditentukan Kemendikdasmen RI.
Meliputi kategori kurang jika siswa meraih nilai kurang dari 50. Selanjutnya kategori memadai jika siswa meraih nilai 50-76,67. Sementara kategori baik jika siswa meraih nilai 76,67 atau lebih dari itu. Dan kategori baik-istimewa jika nilainya 95 ke atas.
”Ada yang nilainya kurang dari 50. Seharusnya tertulis kategori kurang, tapi ditulis kategori memadai,” ucap Yoseph. Dia juga belum mengetahui apa yang menjadi dasar Kemendikdasmen RI untuk memberikan kriteria tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala SMPIT Insan Permata Malang Hafizh Maulana menuturkan bahwa di sekolahnya ada yang meraih nilai tertinggi. Yakni matematika dengan nilai 86,67. Kemudian untuk Bahasa Indonesia ada dua siswa yang meraih nilai 100.
”Namun demikian, banyak juga siswa-siswi yang meraih nilai di bawah 50 untuk matematika,” tutur Hafizh. Dia mengatakan, total ada 60 siswa-siswi yang mengikuti TKA.
Terkait dengan pelaksanaan TKA, dia menilai bahwa momentum yang pertama itu cukup memuaskan. Namun perlu ada ruang perbaikan. Terutama dalam hal kesiapan mental siswa dan optimalisasi waktu belajar.
Sementara untuk potensi siswa yang dapat mendaftar melalui jalur prestasi, Hafizh cukup optimistis. ”Karena beberapa siswa kami memiliki rekam jejak yang baik dalam berbagai olimpiade maupun kompetisi ilmiah, sehingga berpeluang besar mendaftar ke SMA se-derajat favorit melalui jalur prestasi akademik,” imbuh dia.
Di tempat lain, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengaku masih menunggu hasil lengkap TKA. Sementara rata-rata nasional maupun provinsi rendah di nilai numerasi. Bahkan nilai literasi juga tak setinggi target awal.
”Kami bakal evaluasi mendalam, faktor rendahnya rata-rata itu karena kondisi siswa atau soalnya yang belum sesuai,” papar Adhim. Selain itu, dia juga mengimbau satuan pendidikan mulai menyiapkan lebih serius lagi terkait TKA. Siswa kelas 5 SD atau kelas 8 SMP yang naik kelas akhir harus disiapkan mentalnya sejak semester awal. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra