MALANG KOTA-RADAR MALANG - Jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang ditutup 30 Mei lalu. Total ada 3.462 pendaftar yang memilih kampus negeri Islam itu sebagai tempat studi. Tahun ini, UIN Maliki Malang membuka kuota untuk 1.917 calon mahasiswa baru (camaba).
Jadwal UM PTKIN dilakukan secara daring (SSE). Dimulai pada tanggal 8 Juni sampai 14 Juni mendatang. Berdasar data UM PTKIN tahun lalu, kuota yang disediakan pada waktu itu 1.700 kursi saja.
”Jumat besok (5/6) kami simulasi dan gladi bersih, lalu Senin tanggal 8 Juni langsung ujian,” ujar Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Dalam UM PTKIN tahun ini, UIN Maliki Malang dipercaya menjadi tempat ujian. Totalnya ada 1.054 siswa yang bakal melakukan tes di sana.
Ujian daring itu bakal dimulai pada 8 Juni, UIN Maliki Malang bisa menerima sekitar 700 peserta ujian setiap hari. Tahun ini, pihaknya menerima peserta ujian tak hanya dari Malang Raya saja. Ada peserta yang dari Pasuruan, Mojokerto, Jombang, hingga Tulungagung.
Ujian bakal dilakukan dalam dua hari. Hari pertama untuk tiga sesi dan hari kedua satu sesi saja. ”Namun tidak seluruhnya peserta yang ujian di UIN Maliki Malang memilih kampus kami sebagai perguruan tinggi tujuan,” kata Imam.
Secara keseluruhan, tahun ini UIN Maliki Malang hanya bisa menerima sekitar 5.400 mahasiswa baru. Itu disesuaikan dengan kuota ma’had atau asrama yang disediakan kampus. Sementara khusus UM PTKIN hanya 1.917 saja.
Jurusan yang paling banyak diminati pada UM PTKIN tahun lalu berasal dari tarbiyah atau pendidikan seperti Pendidikan Agama Islam. Untuk rumpun ekonomi, jurusan Pebankan Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah juga banyak peminatnya. Sementara Prodi yang sedikit peminatnya Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Tadris Matematika. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo