MALANG, RADAR MALANG – SMA Katolik St. Albertus (Dempo) Malang melepas 423 siswa kelas XII dalam acara purnawiyata yang digelar di lapangan sekolah, Sabtu lalu (30/5). Mengusung tema “Sayap Terbentang, Cahaya Masa Depan Menjelang”, prosesi kelulusan berlangsung khidmat dan hangat.
Tema tersebut dipadukan dengan nuansa budaya Kalimantan yang mewarnai seluruh rangkaian acara. Selain memperkuat kecintaan terhadap budaya Indonesia, tema itu juga menjadi simbol kesiapan para lulusan untuk melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih tinggi.
Kepala SMA Katolik St. Albertus, Bruder Antonius Sumardi, O.Carm., menegaskan bahwa para lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu membawa manfaat bagi masyarakat.
"Lulusan Dempo harus menjadi insan yang berbudi, berilmu, dan berbudaya. Mereka diharapkan menjadi terang bagi masyarakat sesuai Semangat DEMPO, yakni Doa, Egaliter, Melayani, Pekerja Keras, dan Optimis,” ujar Bruder Antonius dalam sambutannya.
Prosesi diawali dengan penabuhan gong sebagai tanda dimulainya purnawiyata. Kepala SMA Katolik St. Albertus Bruder Antonius Sumardi, O.Carm. kemudian secara resmi mengumumkan kelulusan siswa angkatan 2025/2026.
Tahun ini, sebanyak 423 siswa dari jurusan IPA, IPS, dan Bahasa dinyatakan lulus dengan persentase 100 persen. Capaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi SMA Dempo dalam menjaga kualitas pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.
Bruder Antonius Sumardi juga memaparkan berbagai prestasi yang berhasil diraih lulusan tahun ini. Dari total 423 siswa, sebanyak 55 siswa telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan 42 siswa lolos melalui jalur tes.
Selain itu, 185 siswa memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi swasta, tujuh siswa diterima melalui jalur mandiri PTN, sementara 58 siswa lainnya masih menjalani proses seleksi mandiri.
Tak hanya di tingkat nasional, capaian internasional siswa Dempo juga cukup membanggakan. Sebanyak 40 siswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri dan 18 siswa lainnya masih menjalani proses seleksi.
Bahkan, ada satu siswa Dempo yang memperoleh Beasiswa Garuda dengan pilihan kampus luar negeri yang sangat bergengsi. "Ini menunjukkan bahwa siswa Dempo mampu bersaing di tingkat global,” ungkap Bruder Antonius.
Di hadapan para lulusan, Bruder Antonius berpesan agar mereka terus berani mengejar cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan almamater yang telah menjadi tempat bertumbuh selama tiga tahun terakhir.
"Terbanglah tinggi, tetapi jangan lupa tempat kalian belajar dan bertumbuh. Silakan terbang ke seluruh dunia, tetapi jangan pernah melupakan almamater kalian,” tegasnya.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan ijazah kepada seluruh lulusan. Suasana haru tampak ketika para siswa satu per satu naik ke atas panggung untuk menerima tanda kelulusan dan juga berfoto bersama.
Penghargaan juga diberikan kepada siswa dengan capaian prestasi akademik dan non akademik tertinggi. Yaitu mereka yang berprestasi dalam lomba tanding, aktif dalam kepanitiaan sekolah, dan juga untuk siswa yang dinilai telah mewakili Semangat DEMPO dalam kesehariannya.
Selanjutnya, dilakukan prosesi serah terima siswa dari sekolah kepada orang tua sekaligus pengukuhan sebagai anggota Ikatan Keluarga Eks St. Albertus (IKESA).
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian motivasi dari ketua IKESA, dan juga perwakilan alumni Dempo angkatan 2001, yang tahun ini merayakan 25 tahun kelulusan.
Melalui purnawiyata bertema “Sayap Terbentang, Cahaya Masa Depan Menjelang”, SMA Dempo menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. (llk)
Editor : A. Nugroho