MALANG KOTA, RADAR MALANG - Masalah kesehatan mental menjadi perhatian khusus di dunia pendidikan. Itu menggerakkan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan dosen penasihat akademik dan peer counselor, siang tadi (4/6). Puluhan mahasiswa dan dosen dilatih menjadi pribadi yang cakap memberi dukungan emosional. Mampu mendengarkan keluh kesah dari rekan sekantor atau temannya.
Fakultas Vokasi mendatangkan tiga psikolog dari UB untuk membina para peer counselor itu. Peer counselor bertugas selama satu tahun untuk menyelami masalah-masalah kesehatan mental yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Terutama di lingkup kampus.
”Kemarin anak-anak kami beri teori dan kesempatan praktik, kerjanya mereka seperti intelijen untuk mengawal isu kesehatan mental di ranah teman-teman mereka,” ujar Dekan Fakultas Vokasi Khalid Mawardi. Tugas awalnya, dimulai dari memitigasi kesehatan mental temannya. Bisa dengan mendengarkan curahan hati atau keluh kesah orang sekitar.
Para peer counselor itu juga diminta mendampingi mahasiswa yang sudah telanjur terkena mental issue. Harapannya dengan keterampilan itu, ada suplai data yang bisa dijadikan acuan menyikapi kesehatan mental di ranah pendidikan. Dengan begitu, mahasiswa dan dosen bisa mendapat lingkungan positif yang baik untuk pendidikan.
Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) UB Susilowati menuturkan, ada sekitar 105 mahasiswa yang ikut. ”Kami pakai format ngopi santai dan mengobrol, jadi penyampaian keluhan bisa lebih intens,” ujar dia. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho