MALANG – Reputasi SMA Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang sebagai pelopor sekolah boarding modern di Malang masih tetap terjaga. Bukti terbaru, SMA Ar-Rohmah Putri tahun 2026 ini sukses menjadi sekolah swasta di Malang yang lulusannya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNBP dan SNBT paling banyak, yakni sejumlah 123 siswa. Prestasi ini pun langsung mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kepala SMA Ar-Rohmah Putri Dau Malang Ustadz Rully Cahyo Nufanto, M.K.Pd menyampaikan, prestasi ini membuktikan jika pembelajaran di SMA Ar-Rohmah Putri berlangsung dengan sangat baik.
“Jadi yang diterima di PTN dari jalur SNBP 59 anak dan SNBT 64 anak,” terangnya.
Disampaikan Ustadz Rully, jumlah tersebut masih bisa bertambah lagi dengan yang masuk dari jalur mandiri. “Alhamdulillah berkat kesungguhan para santri serta bimbingan para guru dan doa para orang tua, lulusan SMA-Ar Rohmah Putri banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia,” terang Ustadz Rully.
Yang tak kalah membanggakan, selain diterima di PTN melalui jalur SNBP dan SNBT, ada 8 lulusan SMA Ar-Rohmah Putri yang diterima di kampus luar negeri, kemudian ada 5 yang lolos program International Undergraduate Program dan 6 yang lolos masuk Poltekes Kemenkes.
“Capaian ini menunjukkan SMA Ar-Rohmah Putri mampu bersaing dengan sekolah-sekolah maju di Jawa Timur,” ujarnya.
Ustadz Rully menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak. “Alhamdulillah, capaian ini tidak lepas dari perencanaan yang matang, pendampingan intensif dari ustadzah, serta dukungan penuh dari orang tua,” papar Ustadz Rully.
Dijelaskannya, proses menuju SNBP dan SNBT tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah tantangan dihadapi, mulai dari menyelaraskan harapan orang tua dengan minat santri hingga menyesuaikan pilihan jurusan dengan kemampuan akademik masing-masing. Namun, proses tersebut justru menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan santri.
Ustadz Rully menyebut bahwa capaian ini juga membuka peluang bagi adik kelas untuk mengikuti jejak serupa di masa mendatang. Jejak yang telah dirintis para alumni dinilai dapat memperkuat peluang penerimaan di perguruan tinggi yang sama melalui jalur prestasi.
Selain fokus pada pencapaian akademik, Ustadz Rully menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dunia dan nilai-nilai keislaman.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari diterimanya santri di perguruan tinggi, tetapi juga bagaimana mereka membawa nilai-nilai yang telah dipelajari selama di pesantren,” tambahnya.
Menurut Beliau, SMA Ar-Rohmah Putri sendiri menawarkan beberapa program pendidikan, di antaranya Reguler, Bilingual, Tahfizh, dan Takhasus, yang dirancang berdasarkan target capaian hafalan Al-Qur’an selama masa studi.
Dari data yang ada, 13 santri berhasil diterima di fakultas kedokteran, dengan 6 di antaranya berasal dari program Takhasus, yaitu program khusus selama empat tahun dengan fokus penyelesaian hafalan 30 juz pada tahun pertama.
Capaian ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang. Melalui akun resmi @cabdinkabmalang, Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraeini, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas prestasi tersebut.
Dalam unggahannya, ia menyebut SMA Ar-Rohmah Putri Dau sebagai sekolah swasta dengan jumlah siswi terbanyak yang lolos SNBP dan SNBT 2026 di wilayah Kabupaten Malang. Ia berharap capaian ini dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi yang berdaya saing tinggi.(lid)
Editor : Kholid Amrullah