MALANG KOTA, RADAR MALANG – Prestasi yang terus mengalir di MAN 2 Kota Malang ternyata bukan hasil pembinaan instan menjelang kompetisi. Madrasah ini membangun ekosistem prestasi secara menyeluruh, mulai dari penguatan budaya mutu, tata kelola kelembagaan, hingga pembinaan talenta siswa sejak proses penerimaan peserta didik baru.
Hasilnya pun nyata. Sepanjang 2025, MAN 2 Kota Malang berhasil membukukan 1.139 prestasi tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut sekaligus mengantarkan madrasah ini masuk Program SMA-MA Unggul Garuda Transformasi 2026.
Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin menjelaskan, transformasi madrasah telah berlangsung sejak lama. Berawal sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA) Putra pada 1956, kemudian berubah menjadi MAN 3 Malang pada 1992 dengan penguatan bidang sains dan teknologi, hingga resmi menjadi MAN 2 Kota Malang pada 2018.
"Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi proses penguatan kompetensi guru, sistem pendidikan, dan budaya mutu yang terus kami lakukan," ujarnya.
Menurut Samsudin, kekuatan utama MAN 2 Kota Malang terletak pada budaya kerja yang dirangkum dalam tagline JUARA PRIMA (Jujur, Kerja Keras, Berprestasi, dan Bermartabat). Nilai tersebut diterapkan dalam seluruh aktivitas madrasah. Termasuk melalui program IMA Insan Pro, Mandi Madu (Madrasah Indonesia Menjelajah Dunia), hingga sistem digital Edupanda.
Meski dikenal sebagai madrasah unggul di bidang sains dan riset, nilai religius tetap menjadi fondasi utama. Setiap pagi siswa memulai kegiatan dengan doa, tadarus Alquran, zikir, serta pembiasaan salat berjamaah.
"Anak-anak harus unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter Islami yang kuat," katanya.
Kesuksesan MAN 2 Kota Malang juga ditopang tata kelola kelembagaan yang solid. Ketua Komite MAN 2 Kota Malang Prof Agus Maimun mengatakan, komite bersama manajemen madrasah secara rutin menyusun pedoman manajemen, program kerja, anggaran, hingga evaluasi tahunan.
"Yang kami bangun adalah super team, bukan superman. Semua unsur, mulai orang tua, guru, hingga para profesional dilibatkan untuk mendukung kemajuan madrasah," ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu inovasi yang dilakukan adalah menyelaraskan siklus anggaran komite dengan anggaran pemerintah sehingga seluruh program dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Sementara itu, Ketua Program Olimpiade dan Riset MAN 2 Kota Malang Wulaida Zuhriyana mengungkapkan pembinaan prestasi dimulai sejak proses penerimaan siswa baru. Madrasah melakukan penelusuran rekam jejak akademik siswa SMP dan MTs yang memiliki pengalaman mengikuti OSN, OPSI, MYRES maupun OMI.
"Mereka kami undang bergabung dan mendapatkan beasiswa pendidikan selama satu tahun penuh," jelasnya.
Setelah diterima, siswa kembali dipetakan melalui program matrikulasi dan ditempatkan pada kelas Olimpiade atau Riset sesuai potensinya. Bahkan siswa kelas reguler yang memiliki minat juga mendapat pembinaan khusus setiap sore dan akhir pekan.
Model pembinaan berjenjang tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan MAN 2 Kota Malang mempertahankan tradisi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan dukungan budaya mutu, tata kelola yang kolaboratif, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan, MAN 2 Kota Malang kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu madrasah unggulan yang siap mencetak generasi berdaya saing global. (llk)
Editor : A. Nugroho