Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Kota Malang, Masuk SD-SMP Negeri lewat Jalur Domisili Lebih Sulit

Nabila Amelia • Senin, 8 Juni 2026 | 18:19 WIB
Ilustrasi SPMB (Google)
Ilustrasi SPMB (Google)

 

MALANG KOTA – Persaingan masuk sekolah negeri lewat jalur domisili tahun ini berpotensi semakin sengit. Sebab, kuota SD dan SMP negeri menyusut, sementara jumlah calon siswa nyaris tak berubah dibanding tahun lalu.

Berdasar data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, total pagu SD negeri tahun lalu berkisar 7.063 kursi. Sedangkan untuk SMP negeri disiapkan 2.965 kursi. Namun tahun ini masing-masing turun 268 kursi untuk SD negeri dan 26 kursi untuk SMP negeri.

Menyusutnya kuota tak lepas dari jumlah rombongan belajar (rombel) yang berkurang di beberapa sekolah. Faktornya beragam. Salah satunya karena sejumlah ruang kelas sedang rehabilitasi. Namun untuk persentase jalur, tahun lalu hingga tahun ini tetap sama. Jenjang SD jalur domisili 80 persen, sementara jenjang SMP 40 persen.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, persaingan jalur domisili tahun ini bakal lebih ketat. Sebab jumlah kuota yang tersedia terbatas.

“Sementara jumlah lulusan TK maupun SD hampir sama dengan tahun lalu,” ujar Adhim kemarin.

Dia mengatakan, SPMB jalur domisili menempati urutan pertama yang diselenggarakan. Yaitu mulai hari ini (8/6) hingga lusa (10/6). Kali ini, wali murid hanya diberi waktu tiga hari untuk mendaftar di jalur domisili.

Berdasar pengalaman tahun lalu, dia melanjutkan, di hari pertama masih banyak calon pendaftar yang bingung mengakses lokasi. Sering kali keterangan alamat yang tertera di Kartu Kelurahan (KK) tak sesuai dengan titik koordinat laman SPMB. Oleh karena itu, pada 5-6 Juni lalu digelar uji coba pendaftaran agar wali murid tidak kelabakan saat website benar-benar sudah dibuka.

Seluruh rangkaian SPMB tahun ini juga sudah dilaksanakan secara online. Posko-posko SPMB yang berada di sekolah dan kantor disdikbud hanya digunakan untuk wali murid yang konsultasi, baik bertanya maupun meminta arahan.

“Kalau ada instruksi bayar-bayar untuk hal tertentu, bisa langsung dilaporkan ke dinas (disdikbud),” lanjut Adhim.

Dia menerangkan, semua tahap pelaksanaan SPMB dapat diakses secara online dalam waktu 24 jam. Lalu hasilnya bakal diumumkan pada 12 Juni depan. Baru daftar ulang bisa dilakukan online maupun offline hingga 13 Juni nanti.

Meski jumlah total kuota SD dan SMP negeri terbatas, selalu ada sekolah yang kesulitan memenuhi pagu. Khususnya untuk SD negeri yang jumlahnya ada 195 di Kota Malang. Sebagian dari mereka sulit mencari murid karena 80 persen pendaftaran jalur SD dari domisili.

Berdasar SPMB tahun lalu, dia melanjutkan, ada tiga sekolah yang kesulitan memenuhi pagu. Ketiganya berasal dari jenjang SD. Yaitu SDN Tulusrejo 4 yang hanya mendapat 2 siswa, SDN Tulusrejo 1 yang mendapat 6 siswa, dan SDN Jatimulyo 4 yang mendapat 7 siswa.(aff/mel/dan)

Editor : Mahmudan
#SPMB 2026 #jalur domisili #Pendidikan Malang