Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengabdi dengan Hati: Pembekalan MMD FILKOM UB 2026 Integrasikan Solusi IT, Tata Krama, dan Mental Health

Kholid Amrullah • Senin, 8 Juni 2026 | 18:24 WIB
dok. PSIK FILKOM UB
dok. PSIK FILKOM UB

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar Pembekalan I Mahasiswa Membangun Desa (MMD) FILKOM UB 2026 di Auditorium Algoritma, Gedung G Lantai 2 FILKOM UB, Jumat (5/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penerjunan mahasiswa ke desa-desa mitra untuk menjalankan program pengabdian berbasis teknologi informasi.

Ketua Pelaksana MMD FILKOM UB 2026, Hariz Farisi, S.Kom., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa MMD tahun ini melibatkan 793 mahasiswa aktif yang terbagi ke dalam 57 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 13 hingga 15 mahasiswa yang akan menjalankan berbagai program pengabdian di desa.

Fase persiapan telah dimulai sejak Mei 2026 melalui survei lokasi, penentuan aktivitas, pembekalan, serta sosialisasi. Pada Juni 2026, mahasiswa dijadwalkan mengikuti pembekalan intensif, pembagian dosen pembimbing lapangan (DPL), dan koordinasi internal. Selanjutnya, pemberangkatan ke lokasi mitra akan dilaksanakan selama empat minggu pada Juli 2026 dan didampingi melalui visitasi berkala oleh DPL.

Hariz menjelaskan, seluruh desa penempatan berada di wilayah Kabupaten Blitar yang tersebar di enam kecamatan, yakni Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Wates, Binangun, dan Doko.

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, setiap kelompok diwajibkan memilih minimal dua kegiatan dari empat pilar utama berbasis teknologi informasi.

Pilar pertama berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui promosi, desain produk, digital marketing, dan pelatihan e-commerce bagi UMKM. Pilar kedua mendukung instansi pemerintahan melalui pengembangan peta digital, sistem aplikasi, website, serta efisiensi administrasi desa.

Sementara itu, pilar ketiga menyasar sektor pendidikan melalui kampanye internet sehat dan pengembangan media edukasi digital. Pilar keempat berfokus pada pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan melalui produksi konten potensi lokal serta pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Kami juga memberikan satu opsi tambahan di luar bidang teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil desa. Pihak fakultas memfasilitasi penuh akomodasi pemberangkatan dan penjemputan. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan perlindungan bagi seluruh mahasiswa selama tiga bulan penuh,” ujar Hariz.

dok. PSIK FILKOM UB
dok. PSIK FILKOM UB

Pentingnya keseimbangan kompetensi turut disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D.. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus memahami realitas sosial masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa MMD diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa melalui inovasi yang sederhana namun bermanfaat, seperti penguatan merek produk, desain kemasan, hingga edukasi pemasaran digital bagi pelaku UMKM.

“Ajang MMD ini bukanlah tempat untuk pamer kehebatan teknologi mutakhir yang rumit. Solusi yang terlalu muluk tidak dibutuhkan di sini, melainkan teknologi tepat guna yang lahir dari rasa empati mendalam. Belajarlah hidup dengan melihat sudut pandang orang lain, hormati budaya lokal, dan selesaikan setiap konflik tim secara dewasa,” tegas Sabriansyah.

Aspek tata krama dan tanggung jawab sosial menjadi materi berikutnya yang disampaikan Dr. Tibyani, S.T., M.T.. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga etika bermasyarakat selama berinteraksi dengan warga di lokasi pengabdian.

Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi tidak akan memiliki nilai maksimal apabila tidak diimbangi dengan kepekaan sosial, sikap rendah hati, serta penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat setempat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti edukasi pengelolaan sampah, program penghijauan, serta menjaga kebersihan fasilitas umum.

dok. PSIK FILKOM UB
dok. PSIK FILKOM UB

Sesi pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Unit Layanan Konseling Terpadu (ULKT) FILKOM UB, Yuita Arum Sari, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang membahas kesiapan mental dan etika mahasiswa selama menjalankan program MMD.

Yuita menekankan bahwa MMD bukan sekadar program kerja teknis, melainkan aktivitas akademik yang sarat dengan tantangan sosial, emosional, dan budaya. Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga nama baik almamater, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Dalam membangun kelompok yang solid, ada lima pilar utama untuk mewujudkan hubungan yang sehat dalam tim. Kelima pilar tersebut meliputi sikap saling menghormati, komunikasi terbuka, menghargai perbedaan, menjaga profesionalitas, serta saling mendukung satu sama lain dalam kebaikan. Meskipun di dalam dinamika kerja kelompok mahasiswa tidak selalu sepakat, mereka diwajibkan untuk tetap saling menghargai,” jelas Yuita.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pencegahan berbagai perilaku negatif selama berada di lokasi pengabdian, termasuk pentingnya menghormati batasan pribadi, menjaga komunikasi yang sehat, serta menghindari tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui pembekalan ini, FILKOM UB berharap seluruh peserta MMD 2026 memiliki bekal pengetahuan, etika, dan kesiapan mental yang memadai sehingga mampu berkontribusi secara optimal di tengah masyarakat. Dengan persiapan yang matang, program ini diharapkan dapat menghadirkan solusi inovatif dan humanis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.(roy/akb)

Editor : Kholid Amrullah
##FILKOMUB ##MMD2026 ##Universitas Brawijaya ##Mahasiswa Membangun Desa