MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tak kurang dari 200-an wali murid mendatangi Posko Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, kemarin (8/6). Banyak dari mereka yang mengeluhkan alamat domisili tidak sesuai dengan Kartu Keluarga (KK).
Seperti disampaikan Isrorun, 52, salah satu wali murid asal Kecamatan Sukun. Dia mengaku datang ke Posko SPMB untuk mengurus perbaikan alamat. Sebab saat membuka laman SPMB, kecamatan yang tertera di sana berbeda dengan di KK.
Itu terjadi karena dia pernah pindah domisili. ”Saya mau daftarkan anak ke SMPN 19, SMPN 9, dan SMPN 12, tapi di website-nya (domisili saya) masih di Kecamatan Kedungkandang,” ujar Isrorun. Dia sempat mendatangi SMPN 12 untuk menanyakan hal tersebut. Lalu, diarahkan ke Posko SPMB di Kantor Disdikbud.
Wali murid lain yang bernama Nur Susilawati mengaku hendak mendaftarkan anaknya di jalur domisili. Namun asal sekolah anaknya dari Kabupaten Malang. Meski begitu, dia berdomisili di Kota Malang.
Hasilnya, Nur harus menginput data nilai anaknya terlebih dahulu. Sebab nilai anaknya belum tercatat di sistem SPMB Kota Malang. ”Tapi tadi katanya sudah terlambat, semoga masih bisa input,” ujar Nur. Rencananya dia bakal mendaftarkan anaknya ke SMPN 3 Malang.
Nur mengaku ingin mencoba semua jalur untuk berjaga-jaga. Harapannya ketika tidak bisa di jalur domisili, setidaknya anaknya bisa masuk jalur afirmasi karena sudah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim menambahkan, mayoritas wali murid yang datang kemarin berniat memperbaiki alamat. Sebab banyak dari mereka yang lupa memperbarui data saat melakukan perpindahan alamat.
Lalu beberapa sekolah juga terkadang lupa memperbarui data dari siswa. ”Per hari ini (kemarin) sudah ada lebih dari dua ribu pendaftar yang mengakses laman SPMB,” ujar Adhim. Sistem sempat melambat karena terlalu banyak pengguna yang membukanya.
Namun pada siang hari, sistem sudah mulai pulih dan bisa memverifikasi data yang di-unggah masing-masing pendaftar. Adhim menambahkan, sebenarnya seluruh permasalahan di SPMB bisa diselesaikan di posko sekolah.
Sebab seluruh pendaftaran menggunakan sistem online. Apabila ada problem seperti kesalahan data yang fatal, baru bisa disarankan ke Kantor Disdikbud. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra