MALANG KOTA, RADAR MALANG – Untuk mencegah praktik titip siswa di jalur domisili, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menerapkan aturan baru. Yakni pindah domisili minimal harus dilakukan satu tahun sebelum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibuka.
”Ada pengecualian untuk keluarga siswa yang seluruhnya pindah ke Kota Malang, syarat minimal satu tahun tidak berlaku,” terang Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana. Karena kebijakan itu, beberapa wali murid sempat kebingungan saat titik domisilinya belum sesuai dengan alamat di Kartu Keluarga (KK).
Suwarjana juga mengingatkan bahwa masa input data untuk pendaftar dari sekolah di luar Kota Malang sudah berakhir. Pendaftar diberi kesempatan input data selama tiga hari, mulai 2 sampai 5 Juni lalu. ”Sekarang sudah waktunya pendaftaran, tidak bisa disusulkan karena di sistemnya sudah ditutup,” kata dia.
Suwarjana menyarankan agar wali murid tersebut mendaftar di jalur lain. Sebab saat ini jalur domisili juga sudah sangat ketat persaingannya. Masih ada jalur afirmasi yang kesempatannya lebih luas. Terutama untuk siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Sementara itu, Ratih Pradipta, salah satu wali murid mengaku melakukan pendaftaran secara mandiri melalui online. Ratih mendaftarkan putranya ke SMP Negeri 1 Kota Malang. Sekolah lain yang hendak dituju adalah SMP Negeri 15 Kota Malang.
”Sejauh ini prosesnya lancar, tapi yang membuat bingung saya mengajukan pukul 08.36 dan sampai sekitar pukul 11.00 belum ada tanda diverifikasi,” sebut Ratih. Sementara ada orang tua lain yang mengajukan pukul 09.30 dan sudah terverifikasi.
Ratih hanya bisa menunggu. Sebab dari pihak SD tempat anaknya bersekolah tidak ada sosialisasi tentang SPMB. Karena itu perempuan asal Kecamatan Sukun tersebut tidak mengetahui acuan pendaftaran.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, beberapa orang tua pelajar tampak mendatangi langsung beberapa sekolah. Seperti terlihat di SD Negeri Tulusrejo 4 Kota Malang. Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir sekolah itu kerap sepi pendaftar.
Seperti pada 2023 lalu, tercatat hanya ada tiga siswa baru. Juga pada 2024 tercatat ada 11 siswa baru, dan 2025 hanya dua siswa baru.
Operator SPMB SDN Tulusrejo 4 Kota Malang Rizky Revaldo mengatakan, ada berbagai faktor yang membuat jumlah pendaftar minim. Salah satunya kondisi demografi yang didominasi orang dewasa sampai lanjut usia.
”Selain itu, SDN Tulusrejo 4 Kota Malang posisinya berdekatan dengan tiga SD negeri lain seperti SDN Tulusrejo 1, SDN Tulusrejo 2, dan SDN Tulusrejo 3,” sebut Revaldo.
Kendati demikian, pihaknya berupaya melakukan promosi untuk menarik animo siswa-siswi mendaftar. Menurut Rizky, pihaknya melakukan jemput bola ke beberapa TK di sekitar sekolah. Kemudian promosi ke perangkat setempat.
”Yang kami promosikan kegiatan-kegiatan di sekolah. Kami punya ekstrakurikuler Bahasa Arab dan hoki yang tidak semua sekolah memiliki,” sambung lelaki yang juga menjadi guru PJOK (Pendidikan, Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) tersebut. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra