MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) dimulai kemarin (8/6). Total ada 2.926 peserta yang terdaftar mengikuti ujian. Namun sebanyak 77 peserta tak hadir pada pelaksanaan ujian hari pertama, kemarin.
Berdasar informasi digali wartawan koran ini, alasan peserta tak hadir karena sudah diterima di perguruan tinggi lain. Sebab pelaksanaan UM PT KIN hampir bersamaan dengan SNBT. Saat pendaftar dinyatakan lolos SNBT, tak mengikuti UM PTKIN.
”Kemarin ada satu peserta yang terlambat, tetap kami biarkan masuk tapi tidak diberi tambahan waktu,” ujar Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Aturan dari Kemenag memang tetap mengizinkan peserta yang datang terlambat untuk ikut ujian. Namun hukumannya, waktu mereka otomatis terpangkas karena kesalahannya sendiri.
Sementara itu, tahun ini ada 3.462 pendaftar yang memilih kampus negeri Islam sebagai tempat studi. Dengan keseluruhan peminat mencapai 5 ribu kursi yang diincar. Sedangkan UIN Maliki Malang membuka kuota untuk 1.917 calon mahasiswa baru (camaba).
Untuk jadwal ujian, UM PTKIN dilakukan secara daring (SSE). Yaitu dimulai tanggal 8 Juni sampai 14 Juni mendatang. Tahun ini pihaknya menerima peserta ujian tak hanya dari Malang Raya saja. ”Ada peserta yang dari Pasuruan, Mojokerto, Jombang, hingga Tulungagung,” ujar Imam.
Berdasar data UM PTKIN tahun lalu, persaingan tahun ini diklaim bakal sedikit longgar. Pada tahun lalu ada 4.800 pendaftar yang memilih UIN Maliki Malang lewat jalur tersebut. Namun kuota yang tersedia hanya untuk 1.700 kursi saja.
Secara keseluruhan, tahun ini UIN Maliki Malang hanya bisa menerima sekitar 5.400 mahasiswa baru. Itu disesuaikan dengan kuota ma’had atau asrama yang disediakan kampus. Sementara khusus UM PTKIN hanya 1.917 saja. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo