MALANG KOTA, RADAR MALANG - Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) terus berkomitmen dalam mencetak sumber daya manusia yang siap kerja dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini Fakultas Vokasi UB secara resmi membuka program studi baru jenjang Diploma 4 (Sarjana Terapan).
Kebijakan ini disahkan melalui Keputusan Rektor UB dan telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) untuk mencetak lulusan kompeten yang siap kerja di dunia industri modern.
Pembukaan prodi baru ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan industri modern yang membutuhkan tenaga ahli dengan keterampilan praktis tinggi sekaligus pemahaman konseptual yang kuat di bidang teknologi digital, industri kreatif serta F&B .
Terdapat lima Program Studi Sarjana Terapan (D4) Fakultas Vokasi UB yang kini telah mengantongi izin penyelenggaraan. Beberapa program studi tersebut meliputi:
- Pemasaran Digital
- Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
- Perbankan dan Keuangan Digital
- Penilaian Properti dan Bisnis
- Bisnis Jasa Makanan
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menegaskan bahwa terbitnya izin penyelenggaraan ini merupakan bentuk kepercayaan besar pemerintah terhadap kualitas pendidikan terapan di Universitas Brawijaya yang terus berkomitmen menghadirkan standar akademik dan praktis yang relevan dengan zaman.
"Terbitnya izin penyelenggaraan ini adalah amanah besar bagi kami untuk mencetak talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap disrupsi. Melalui lima Prodi Baru yang sudah diresmikan, kami menghadirkan kemahiran teknis dengan penguasaan teknologi.Serta memastikan setiap lulusan Vokasi UB menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya
Wakil Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya Dr. A. Faidlal Rahman, SE.Par., M.Sc., CHE menyampaikan bahwa kurikulum prodi baru ini telah disusun bersama para praktisi dan asosiasi industri.
"Kami tidak hanya mencetak lulusan yang membawa ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Melalui prodi baru ini mahasiswa akan menghabiskan lebih banyak waktu di laboratorium industri dan magang berbasis proyek nyata (project-based learning), Serta dapat memenuhi kebutuhan industri saat ini.”
Fakultas Vokasi UB juga telah menyiapkan fasilitas penunjang mutakhir untuk mendukung proses belajar-mengajar prodi baru ini. Fasilitas yang tersedia dirancang secara komprehensif, mulai dari ruang kelas yang representatif untuk pendalaman teori, hingga ruang praktik khusus yang dirancang menyerupai lingkungan kerja aslinya. Kehadiran ruang praktik ini memastikan mahasiswa dapat mengasah keahlian teknis (hands-on skills) mereka sejak dini secara optimal.
Dengan hadirnya prodi baru serta dukungan fasilitas teori dan praktik yang memadai ini, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya berharap dapat terus menjadi motor penggerak pendidikan vokasional di Indonesia yang link-and-match dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. (*)