MALANG KOTA, RADAR MALANG - Banyak pendaftar yang masih kesulitan mengakses titik koordinat rumah di Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili, kemarin.
Terutama pendaftar yang rumahnya belum terbaca di Google Maps. Biasanya, problem terjadi pada pendaftar yang rumahnya berada di dalam gang.
Sejak pagi, beberapa sekolah sudah didatangi puluhan wali murid. Berdasar data alamat di website SPMB dan Kartu Keluarga (KK) rata-rata sudah sesuai. Hanya saja, titik koordinatnya sulit disesuaikan.
Rahmini, salah satu pendaftar di SMPN 6 Kota Malang mengaku sudah berkutat dengan google maps lebih dari satu jam. Alamat di KK dan website SPMB sudah sesuai.
”Harusnya rumah saya masuk ke gang, tapi mapsnya hanya membaca samping jalan di depan gang saja,” ujar Rahmini sembari menunjuk Google Maps di komputer sekolah.
Jalan tengahnya, Rahmini tetap mengisi data di website sesuai KK. Lalu terkait koordinat bakal diperbaiki operator sekolah. Sebab pendaftaran domisili saat itu ditutup pukul 16.00. Karena itu Rahmini harus segera mengunggah data anaknya.
Problem yang sama terjadi di SDN Bareng 1. Kuota jalur domisili mengambil jatah 80 persen. Karena itu peminatnya paling banyak berada di jalur yang mengutamakan jarak itu.
Sebagian wali murid sudah paham cara mendaftar. Hanya perlu mencocokkan alamat dengan titik koordinat yang menjadi kendala. Beberapa pendaftar berhasil mencocokkan koordinat karena rumahnya sudah terdaftar di Google Maps. Biasanya, wali murid yang memiliki usaha lebih mudah mencocokkan datanya.
”Sebaiknya tahun depan, calon pendaftar wajib mendaftarkan rumahnya ke Google Maps agar mudah dibaca,” ujar Suwanto, Operator SPMB di SDN Bareng 1.
Selain masalah titik koordinat, dia juga menyoroti SPMB untuk sekolah negeri yang cenderung sepi pada tahun ini. Dari kuota 56 kursi yang dibuka, baru 15 siswa yang mendaftar di sekolahnya.
Menyikapi kesulitan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Muflikh Adhim menuturkan bahwa orang tua tak perlu khawatir. Asalkan datanya sudah sesuai antara KK dengan data yang berada di website pendaftaran.
”Masih ada waktu memperbaiki. Di Dapodik juga ada koordinat rumah siswa, kalau saat SPMB tidak valid, data dari dapodik bisa kami jadikan opsi,” paparnya. Selain itu, Adhim juga menanggapi usulan pendaftar harus mengunggah alamat ke Google Maps terlebih dahulu.
Menurut dia, itu bisa memudahkan pendaftar dan meminimalkan data yang tidak akurat. Adhim menyebut, usulan itu bakal dijadikan bahan evaluasi untuk SPMB tahun depan. Sebab, kemarin sudah hari terakhir jalur domisili. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra