Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keluhkan Nilai TKA Tak Muncul di Website SPMB

Nabila Amelia • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:52 WIB
PROBLEM DI SISTEM: Dua pendaftar mengadukan nilai TKA yang tak muncul kepada panitia SPMB di Kantor Cabdin Kota Malang-Kota Batu, kemarin (11/6).
PROBLEM DI SISTEM: Dua pendaftar mengadukan nilai TKA yang tak muncul kepada panitia SPMB di Kantor Cabdin Kota Malang-Kota Batu, kemarin (11/6).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Puluhan warga mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, kemarin (11/6). Mereka melaporkan beberapa kendala dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK yang dimulai kemarin (11/6).

Contohnya yakni nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tak keluar.

Baca Juga: Pakar Pendidikan dari UM Dukung TKA Jadi Syarat Jalur Prestasi Akademik SPMB

Juga kendala sistem SPMB yang terus menolak pendaftar. Salah satu pendaftar bernama Rivenda Aurelia mengaku sudah tuntas mengikuti TKA di sekolahnya. Namun nilai miliknya tak kunjung keluar. Padahal punya teman seangkatannya sudah terdata nilai TKAnya.

Pelajar asal SMP Kartika itu sempat melapor ke sekolah. Dan, belum mendapat kejelasan hingga pengambilan PIN SPMB, beberapa waktu lalu. ”Ternyata setelah diruntut datanya, NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) saya ada dua,” ujar pendaftar yang membidik SMKN 2 Malang itu.

Alhasil, nilai TKA miliknya tersangkut di NISN lama. Sementara saat sekolah menginput data SPMB, yang digunakan NISN baru. Ketidak cocokan data itu dikonfirmasi Panitia SPMB Cabdin Kota Malang Kota Batu Hendra Setiawan.

Baca Juga: Pendaftar di Malang Bisa Mendaftar SPMB SMA/SMK Mulai Hari Ini

Pihaknya tidak memiliki kewenangan mengubah NISN karena masalah itu terjadi di jenjang SMP. Namun kasus tersebut sudah dilaporkan kepada panitia SPMB pusat untuk meminta arahan. Selain kasus NISN double seperti milik Rivenda, ada sekitar 5 sampai 6 siswa yang nilai TKAnya tidak muncul.

Akibatnya, nilai yang terbaca data hanya hasil rapor saja. ”Karena sistem otomatis membagi porsi nilai rapor dan TKA, yang nilai TKAnya nol jadi mendapat rata-rata rendah,” ujar Hendra. Padahal tahun ini SPMB tingkat SMA/SMK pertimbangan terbesarnya memakai hasil rata-rata rapor dan TKA.

Itu berlaku untuk semua jalur. Baik domisili, afirmasi, mutasi, prestasi akademik, dan prestasi nonakademik. Alhasil, Hendra melaporkan kasus itu kepada panitia pusat dan berharap paling lambat besok sudah tertangani.

Di tempat lain, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengonfirmasi adanya nilai TKA siswa SMP/MTs yang belum keluar. Padahal sejak nilai diumumkan pada 26 Mei lalu, pihaknya terus mendesak Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang bertanggung jawab mengelola nilai TKA.

”Kami tidak memiliki wewenang untuk menginput data TKA, jadi bisanya bantu follow up saja,” ujar Adhim. Terkait kasus NISN salah satu siswa yang double, Adhim mengaku belum mendapat laporan. Namun pihaknya bisa membantu apabila sekolah melapor. Mengingat waktu pendaftaran makin terbatas, Adhim berharap problem nilai TKA yang tak kunjung keluar bisa segera selesai.

Di sisi lain, beberapa SMA swasta yang sudah membuka pendaftaran murid baru lebih dulu terus bergerak sampai sekarang. Salah satunya yakni SMA Kristen Santa Maria Malang. Di sana, pendaftaran mulai dibuka Agustus 2025. Sampai sekarang, pendaftaran masih berlangsung. Rencananya pendaftaran ditutup akhir Juli 2026.

Waka Kesiswaan SMA Kristen Santa Maria Malang Francisca Currie Oktavianie mengungkapkan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya membuka sebanyak 4 sampai 5 kelas. ”Kalau ditotal ada 120150 pelajar yang bisa kami terima,” ungkapnya.

Francisca menyebut, jumlah siswa yang diterima cendrung stabil selama dua tahun ter akhir. Meski demikian, ada sedikit penurunan dibanding 2024 lalu. Untuk menarik minat calon siswa maupun siswi, pihaknya rutin melakukan promosi.

Di sisi lain, ada pula sekolah-sekolah yang sudah menutup pendaftaran penerimaan murid baru. Seperti SMA Katolik St Albertus (Dempo).

Kepala SMA Dempo Antonius Sumardi mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran sejak tahun 2025 lalu. Namun sekarang sudah ditutup.

Sebab pada 9 Juli 2026, kegiatan pengenalan sekolah rencananya sudah dilaksanakan. ”Kami menerima 400 murid untuk kelas 10 pada tahun ajaran 2026/2027,” beber Antonius. Menurut dia, jumlah yang diterima tahun ini lebih banyak dibanding tahun 2025. Tahun lalu, jumlahnya ada 378 murid. (aff/mel/by)

Editor : A. Nugroho
#PIN SPMB #Nilai TKA #NISN #SPMB