MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili jenjang SD dan SMP sudah ditutup pada Rabu malam (10/6). Dipastikan ada 7.230 pendaftar yang bakal gugur. Jumlah itu di ketahui dari perbandingan total pendaftar dan kuota yang tersedia.
Total ada 16.987 pendaftar yang mengincar penerimaan jalur alamat terdekat dengan sekolah tersebut.
Baca Juga: Keluhkan Nilai TKA Tak Muncul di Website SPMB
Sementara kuota yang tersedia hanya 9.757 kursi saja. Jalur domisili memang mendominasi kuota SPMB. Terutama untuk jenjang SD.
Kuotanya mencapai 80 persen, atau ada 6.818 kursi yang tersedia di jenjang SD. Sementara jenjang SMP, tahun ini menerima 2.939 pelajar dari jalur domisili. Persaingan paling ketat ada di jenjang SMP. Sebab kuotanya hanya 40 persen.
”Kurang lebih sekitar 6.324 pendaftar (SMP) yang nanti tertolak,” ujar Kasi Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Muflikh Adhim. Keketatan persaingan itu juga terlihat dari jarak rumah pendaftar.
Baca Juga: Hari Kedua SPMB di Kota Malang, Batasan Usia Banyak Dikhawatirkan Orang Tua Pelajar
Mayoritas rumah pendaftar yang tidak terdepak berjarak 800 meter dari sekolah. Meski begitu, ada beberapa sekolah yang jangkauan rumah dengan pendaftar lebih jauh. Seperti di SMPN 25. Jarak rumah pendaftar yang paling jauh dari sekolah sekitar 2,2 kilometer.
Biasanya, sekolah dengan pendaftar yang jauh itu bergantung pada kepadatan penduduk. Seperti di SMPN 28 Kota Malang di Kelurahan Polehan. Jarak paling jauh yang daftar sekitar 400 meter saja. Artinya, banyak anak di usia SMP yang bermukim di sekitar sekolah. Untuk jenjang SD, seluruh rangkaian SPMB sudah di tutup. Baik melalui jalur domisili, afirmasi, maupun mutasi. Untuk jalur afirmasi, total ada 323 pendaftar dengan pagu 1.226 pelajar.
Sementara jalur mutasi ada 283 pendaftar dari pagu 524 pelajar. Pengumuman penerimaan dari tiga jalur itu bakal disiarkan hari ini (12/6). Lalu pendaftar diberi kesempatan daftar ulang dalam waktu dua hari. Mulai hari ini 12 Juni sampai 13 Juni. ”Untuk itu tiap pendaftar harus memperhatikan pemberita huan dari akun masing-masing agar tidak ketinggalan informasi kalau sewaktu-waktu diminta mengunggah data, ,” pungkas Adhim. (aff/by)
Editor : A. Nugroho