MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kemampuan siswa menghadapi keadaan darurat seperti bencana alam terus dipupuk. 150 siswa SDIT Insantama Malang bersemangat mengikuti pelatihan mitigasi bencana kemarin (11/6). Dengan suasana ceria, mereka belajar menghadapi situasi darurat, seperti saat terjadi banjir atau terjadi gempa.
Ratusan siswa itu langsung belajar kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Dalam acara itu, mereka dikenalkan apa arti bencana, visualisasi gempa, dan banjir, hingga langkah apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Baca Juga: Pemkot Malang Mulai Siapkan Mitigasi Bencana Kebakaran untuk Antisipasi Ancaman Musim Kemarau
Rinta Juniawati bersama 22 anggota Komite Sekolah yang memiliki ide dan merancang pelatihan kemarin. Pengenalan jenis bencana dan cara memitigasi itu dimaksudkan untuk mengisi waktu luang siswa setelah ujian. ”Pelatihan itu kami gelar untuk membentuk karakter anak yang tidak mudah panik saat terjadi situasi darurat,” ujar Rinta.
Menurutnya, acara kemarin merupakan rangkaian program orang tua mengajar. Sebuah program bonding antara anak dan orang tua agar pendidikan di lingkungan SDIT Insantama makin sempurna. Pendidikan yang berkelanjutan baik di sekolah maupun saat siswa berada di rumah.
”Sebelumnya, mereka juga menerima cara mitigasi dan penanganan kebakaran,” lanjut Rinta. Namun itu diadakan pada hari terpisah agar fokus anak-anak tidak buyar. Sebab dalam masa pertumbuhan, informasi harus disampaikan kepada anak secara perlahan dan menyeluruh.
Baca Juga: Tugu Tirta Perkuat Mitigasi Dampak Proyek Drainase Soekarno - Hatta di Kota Malang
Acara itu menjadi agenda tahunan di SDIT Insantama. Itu menyusul, terbukti efektif mendukung ekosistem pendidikan yang merata. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho