Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tampung 2.003 Pelajar dari Jalur Domisili, SPMB SMA/SMK Negeri di Malang Sisakan Kuota Segini

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 14 Juni 2026 | 11:10 WIB
PERSAINGAN KETAT: Siswa-siswi SMAN 4 Kota Malang mulai mempelajari materi untuk ujian akhir sekolah, bulan lalu. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)
PERSAINGAN KETAT: Siswa-siswi SMAN 4 Kota Malang mulai mempelajari materi untuk ujian akhir sekolah, bulan lalu. (NAHDIATUL AFFANDIAH/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Persaingan masuk SMA/SMK negeri jalur domisili cukup ketat. Dari 55.467 peminat yang mendaftar jalur domisili di SMA dan konsentrasi keahlian di SMK, hanya 2.003 pelajar yang diterima. Rinciannya terdiri dari 1.251 pelajar di SMA negeri dan 752 pelajar di jenjang SMK negeri.

Kini hanya tersisa 8.957 kuota untuk masuk SMK/SMK negeri. Yaitu 886 posisi dari jalur prestasi akademik SMA negeri. Serta, 4.778 posisi di jalur prestasi akademik SMK negeri. Untuk jalur prestasi hasil lomba, SMA negeri membuka 178 kuota dan SMK negeri membuka 373 kuota.

Baca Juga: SMK Swasta di Kota Malang Optimistis Bisa Penuhi Pagu SPMB 2026

”Masih ada juga dari jalur afirmasi, jenjang SMA kami membuka 1.071 kursi dan jenjang SMK 1.120 kursi,” ujar Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu Asrofi. Terakhir untuk jalur mutasi porsinya lebih sedikit. Jenjang SMA membuka 178 kuota dan SMK untuk 373 siswa.

Asrofi menyebut, jalur domisili persaingannya sangat sengit karena menjadi pembuka pendaftaran. Baik pendaftar dengan nilai tinggi maupun rendah ikut bersaing. ”Contohnya di SMAN 9 Kota Malang, pendaftar domisili ada 1.230 pelajar, tapi yang diterima hanya 123 saja,” ujarnya.

Untuk jenjang SMA, proses seleksi memang mengedepankan nilai siswa. Meski di jalur domisili, pertimbangan utamanya yakni perbandingan nilai siswa dulu, baru jarak rumah dengan sekolah. Berbeda dengan seleksi jenjang SMK yang murni mempertimbangkan jarak dan usia pendaftar untuk jalur domisili.

Baca Juga: Kuota Terbatas, 7.230 Pendaftar SPMB Jalur Domisili SD-SMP di Kota Malang Bakal Gugur

Perkiraan jalur lain yang cukup sengit yakni di prestasi akademik. Khususnya untuk jenjang SMA. Sebab pendaftar dengan nilai tinggi sebagian sudah terjaring melalui jalur domisili dengan nilai rata-rata akhir 80 ke atas. ”Mestinya untuk jalur prestasi akademik nanti rata-ratanya lebih tinggi dari sebelumnya ya,” lanjut Asrofi.

Sebagai contoh seleksi di SMAN 9 Kota Malang. Dari 123 pendaftar yang diterima jalur domisili, rata-rata nilai tertinggi 94.46 dengan jarak 2,3 kilometer. Serta nilai terendah 84.58 dengan jarak rumah 2 kilometer. 

Untuk SMAN 1 Kota Malang, nilai tertinggi yang diterima jalur domisili yakni 94.18, meski jarak rumah pendaftar dengan sekolah mencapai 4,3 kilometer. Sementara nilai terendahnya 86.81 dengan jarak 1,1 kilometer. 

Selanjutnya ada SMAN 8 Kota Malang, dengan nilai tertinggi 89.92 dan jarak rumah 1,2 kilometer. Sementara nilai terendah 84.16 dengan jarak rumah dengan sekolah mencapai 752 meter. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Persaingan Masuk #SPMB #sma/smk #kuota