Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wisudawan Terbaik UB Berinovasi dengan Pangan dan Teknologi Komputer

Galih R Prasetyo • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:24 WIB
Nazwa Salsabila Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan dan Muhammad Aghid Alfayyadh Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik
Nazwa Salsabila Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan dan Muhammad Aghid Alfayyadh Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Di saat generasi muda lain berlomba- lomba memilih jurusan kedokteran, ekonomi, atau teknik, Nazwa Salsabila memilih jalan berbeda. Dia memantapkan diri mengambil jurusan peternakan. Itu karena, melihat pangan sebagai kebutuhan paling dasar manusia.

Pilihan tersebut rupanya berbuah manis. Nazwa tidak hanya berhasil lulus, tetapi juga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST). ”Di saat banyak orang memilih kedokteran, ekonomi, teknik, atau informatika, saya justru tertarik pada peternakan. Kebetulan jurusan ini menjadi pilihan pertama saya karena pangan merupakan kebutuhan paling dasar manusia,” kata dia.

Menurutnya, secanggih apa pun perkembangan teknologi dan ekonomi, Masyarakat akan tetap membutuhkan makanan yang aman, bergizi, dan tersedia secara berkelanjutan. Selama menempuh studi di FAST, Perempuan kelahiran Bekasi ini belajar banyak tentang cara berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan. Khususnya pangan asal hewan.

Baca Juga: FILKOM UB Raih Penghargaan The Sustainable Development Goals Award UB 2026

”Bagi saya, peternakan Adalah bidang yang sangat strategis karena berperan langsung dalam menyediakan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Ketertarikan tersebut kian berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, magang, dan tugas akhir. Nazwa sempat meneliti pengembangan produk pangan fungsional berbasis madu dan prebiotik. Kini, Nazwa telah mulai meniti karier dengan bekerja sebagai staf Quality Control (QC).

Sementara itu, Muhammad Aghid Alfayyadh ST wisudawan dari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), berhasil menciptakan program komputer pencegah kelelahan mata sebagai topik skripsi. Hal itu mengantarkannya, jadi wisudawan terbaik dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Ia dikukuhkan pada Wisuda UB Periode XX, Minggu, (14/6).

Baca Juga: Jawab Kebutuhan Industri Masa Depan, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya Resmi Buka Program Studi Baru

Penelitian itu berangkat dari pengalaman pribadinya yang kerap mengalami kelelahan mata saat beraktivitas di depan layar. Melalui penelitian yang melibatkan mahasiswa Teknik Industri UB sebagai responden, Aghid menemukan bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan mata adalah jarak mata ke monitor dan kebiasaan istirahat mata.

Program yang dibuat oleh pemuda asal Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini memiliki fitur deteksi jarak mata dengan monitor minimal 40 cm, serta alarm pengingat istirahat setiap penggunaan komputer selama 60 menit berturut-turut. ”Dari hasil uji coba terhadap responden, program inovatif ini terbukti berhasil menurunkan tingkat kelelahan mata hingga27 persen,” ujarnya. (gp)

Editor : A. Nugroho
#QC #fast #FT UB #ipk