MALANG – Gebrakan demi gebrakan seakan tak pernah surut dari SMPN 4 Kota Malang. Selain berkali-kali meraih prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang terbaru SMPN 4 menggelar event yang tidak biasa, namanya Fastavalia Litera Expo pada Kamis (11/6). Festival Literasi dan Aksi (Fastavalia) Litera Expo ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik terkait dunia literasi, mulai dari talk show kepenulisan "Nulis Aja Dulu, Menerbitkan Buku Kemudian" dengan narasumber: (1) Rochima Firmadhonna, M.Pd, Penulis buku di berbagai penerbit dan pengurus Komunitas Saung Kanak dengan materi Langkah Pascamenulis, (2) Wawan Sulthon Fauzi, M.Pd (Direktur Utama Intrans Publishing) dengan materi Penerbitan Buku dan (3) Kholid Amrullah (Radar Malang) dengan materi “Cara Mengalahkan Rasa Malas dan Writer's Block". Kegiatan lainnya yaitu bazaar kuliner, pameran karya literasi dan aksi (baca puisi, pantomim, mendongeng, pameran karya buku dan ensiklopedia), serta lomba mendongeng dan podcast untuk siswa SD se-Kota Malang.
Segudang kegiatan di Fastavalia-Litera Expo ini pun gelar launching program "REMARK" (Remaja Mengarang dan Berkarya). Program literasi ini harapannya banyak buku terbit tiap tahunnya dari siswa dan guru.
Kepala SMPN 4 Malang Dr. Pancayani Dinihari, M.Pd. mengatakan, SMPN 4 sebagai sekolah yang dikenal dengan kelas-kelas peminatan ini ingin terus mengembangkan potensi-potensi yang ada pada anak didiknya. Terutama kompetensi membaca dan menulis. Membaca dengan Program Gembuk (Gemar Membaca Buku) dan Mengarang dengan program REMARK ini. ”Jangan menunggu menjadi hebat untuk menulis, tetapi menulislah agar menjadi hebat. Mulailah dari satu paragraf, satu halaman, lalu teruslah berkarya. Setiap tulisan yang selesai adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan,” terang Dini.
Bahkan menurut dia, dalam Fastavalia Litera Expo juga di-launching buku novel karya para siswa dan guru. Total ada 34 novel karya siswa yang siap di-launching, 18 buku antologi cerpen, buku karya Kepala sekolah dan beberapa guru. “Ini belum pernah ada lho, anak-anak me-launching novel dalam jumlah yang banyak. Selama ini yang ada kan nulis kumpulan cerpen lalu diterbitkan jadi buku,” jelas dia.
Para siswa lanjut Dini, sebenarnya dipenuhi ide-ide kreatif dan imajinatif. Nah melalui menulis bisa menjadi salah satu wadah untuk menuangkan gagasan tersebut. Melalui kegiatan literasi siswa akan diajak memahami bahwa langkah terpenting adalah berani menulis terlebih dahulu. “Dan kami tidak hanya mendorong siswa untuk menulis, tetapi gurunya juga menulis,” ujarnya.
Melalui kegiatan menulis ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk mulai menulis tanpa beban. Kemudian mengedukasi para siswa mengenai langkah taktis pasca-menulis dan alur menerbitkan buku.
Fastavalia ini pun dilaksanakan di seluruh kelas-kelas peminatan. Misalnya, Kelas PPST menyelenggarakan Fastavalia Mindah Panggung, kelas Olah raga menyelenggarakan "Fastavalia Trofeo Cup ARVEGATU", kelas Tahfizd menyelenggarakan "Fastavalia wisuda hafalan jus 29-30", kelas Olimpiade menyelenggarakan Fastavalia KAYUCERIA” (Kayutangan Cerita dan Historia), sedangkan kelas pramuka menyelenggarakan "Fastavalia Latihan Gabungan" dan Kelas Basket menyelenggarakan "Fastavalia Couching Clinic ". Seluruh rangkaian Fastavalia Kelas Peminatan ditutup oleh event dari kelas LBJ menyelenggarakan Fastavalia Litera-Expo" dengan kegiatan Gebyar Literasi yang meriah.(lid)