Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Guru Besar Baru UNMER Malang Hadirkan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan, dari Pariwisata Budaya hingga Kecerdasan Buatan

A. Nugroho • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:19 WIB
RESMI: Universitas Merdeka Malang mengukuhkan tiga Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat di Ruang PPI Lantai 3 Gedung Rektorat, Senin (15/6).
RESMI: Universitas Merdeka Malang mengukuhkan tiga Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat di Ruang PPI Lantai 3 Gedung Rektorat, Senin (15/6).

MALANG, RADAR MALANG — Universitas Merdeka Malang mengukuhkan tiga Guru Besar dalam Rapat Terbuka Senat di Ruang PPI Lantai 3 Gedung Rektorat, Senin (15/6). Ketiga Guru Besar ini membawa gagasan ilmiah yang secara langsung menjawab tantangan pembangunan Indonesia di bidang pariwisata, transformasi organisasi, dan tata kelola keuangan.

Penetapan jabatan akademik tertinggi ini dibacakan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI oleh Wakil Rektor II UNMER Malang, Prof Dr H Fajar Supanto, M.Si. Ketiga profesor yang dikukuhkan adalah Prof Dr Bambang Supriadi, S.E., M.M., dalam bidang Ilmu Ekonomi Pariwisata, Prof Dr Harianto Respati, S.E., M.M., dalam bidang Ilmu Manajemen Strategi, dan Prof Dr Harmono, S.E., M.Si., dalam bidang Ilmu Manajemen Keuangan.

Dalam orasi berjudul "Ekonomi Pariwisata Berkelanjutan: Transformasi Nilai Lokal sebagai Daya Saing Destinasi di Era Revolusi Industri 5.0," Prof Bambang Supriadi menegaskan bahwa kearifan lokal adalah sumber keunggulan paling otentik di tengah kompetisi pariwisata global.

"Nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam pengembangan destinasi, bukan sekadar pelengkap," ujarnya.

Prof Harianto Respati, melalui orasi "Manajemen Strategi Berbasis Artificial Intelligence: Tata Kelola Organisasi Lebih Responsif dan Strategis," mendorong organisasi untuk memanfaatkan data dan AI. Bukan sebagai pengganti peran manusia, melainkan sebagai alat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Sementara Prof Harmono, dalam orasi "Manajemen Keuangan Kontemporer Berbasis Balanced Scorecard dalam Penilaian Kinerja: Privat dan Sektor Publik," menekankan bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui akuntabilitas dan integritas yang konsisten, bukan semata capaian finansial.

KOMPAK: Jajaran pejabat UNMER Malang dalam penetapan tiga guru (15/6).
KOMPAK: Jajaran pejabat UNMER Malang dalam penetapan tiga guru (15/6).

 

Acara ini dihadiri Kepala BRIDA Kabupaten Malang, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang Brigjen TNI (Purn) Adam Suwarno Pangeran, S.Sos., M.M., Ketua Senat Prof Dr Kasuwi Saiban, S.H., M.Ag., beserta pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan tamu undangan.

Rektor UNMER Malang, Dr Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS., mengingatkan bahwa gelar profesor bukan puncak perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih luas. "Teruslah menjadi pelita yang menerangi sivitas akademika UNMER Malang dan masyarakat luas," pesannya.

Pengukuhan ini menegaskan komitmen UNMER Malang terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Berkelanjutan). (*)

Editor : A. Nugroho
#guru besar #Universitas Merdeka Malang #Unmer #malang #rektor