MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selesai dengan jalur domisili, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri kini membuka jalur afirmasi dan mutasi. Pendaftarannya dibuka mulai Senin lalu (15/6). Sampai kemarin sore (16/6) pukul 15.00, tercatat sudah ada 2.306 pendaftar.
Sementara itu, total kuota dari jalur afirmasi dan mutasi hanya 2.205 kursi. Untuk diketahui, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari kalangan keluarga yang ekonominya kurang mampu. Penyandang disabilitas juga masuk di dalamnya.
Sementara jalur mutasi diperuntukkan bagi pelajar yang harus pindah domisili karena orang tuanya dipindahtugaskan oleh instansi atau perusahaan. Seperti diberitakan, banyak pendaftar yang terlempar di jalur domisili. Persentasenya mencapai 40 persen dari total pendaftar.
Dari 9.263 pendaftar jalur domisili SMP negeri di Kota Malang, hanya 2.939 saja yang diterima. Kini hanya tersisa empat jalur untuk masuk SMP negeri. Yang pertama jalur afirmasi dengan kuota 25 persen. Berikutnya jalur mutasi dengan kuota 5 persen.
Selanjutnya ada jalur prestasi akademik dengan kuota 20 persen. Yang terakhir yakni jalur prestasi non-akademik dengan kuota 10 persen.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, beberapa wali murid masih kebingungan terkait pembagian desil di jalur afirmasi.
Desil sendiri merupakan metode pengelompokan masyarakat berdasar tingkat kesejahteraan ekonomi. Di dalamnya dibagi dalam 10 kelompok. Semakin kecil angkanya, semakin rendah pula tingkat ekonominya. Di jalur afirmasi, warga yang masuk desil 1 sampai 4 bisa langsung mendaftar.
”Kecuali yang daftar dari desil 5, memang ada syarat tambahan yaitu mendapat salah satu jenis bantuan dari pemerintah,” ujar Suradi, Panitia SPMB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Sejak dibuka pada 15 Juni lalu, sudah ada dua wali murid dari desil 5 yang mendaftar.
Mereka tetap bisa masuk sistem SPMB jalur afirmasi karena menambahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun mayoritas pendaftar memang dari desil 1 sampai 4. Begitu juga dengan pendaftar disabilitas, sudah ada beberapa siswa yang mengakses.
Meski belum bisa dihitung pasti berapa pendaftarnya. ”Yang jelas kalau dirinci tahun ini kami membuka 365 kursi untuk afirmasi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan 1.475 kursi untuk keluarga kurang mampu,” lanjut Suradi.
Kebingungan penentuan desil yang bisa mendaftar jalur afirmasi itu juga dialami posko SPMB di sekolah-sekolah. Menurut Kepala SMPN 8 Kota Malang Sri Nuryani, beberapa wali murid sempat datang untuk menanyakannya.
Sebab di juknis hanya menyertakan ketentuan desil 1 sampai 4 saja yang bisa mendaftar. Namun saat SPMB jalur afirmasi dibuka, pilihannya ada untuk warga desil 5.
”Kemarin baru di-clear-kan, ternyata memang ada syarat tambahannya untuk desil 5,” ujar Sri. Meski begitu, dia memastikan bahwa SPMB tahun ini di sekolahnya cukup lancar. Baik jalur domisili, mutasi, maupun afirmasi sudah banyak yang mengakses dan kuotanya hampir penuh.
Selain wali murid yang kebingungan menentukan desil, Sri juga banyak menerima pertanyaan terkait jalur mutasi. Menurut dia, aturan untuk itu sudah jelas.
Yakni jalur itu khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti TNI, Polri, PNS, hingga guru. ”Banyak yang datang dari mutasi jabatan swasta, itu langsung kami tolak,” lanjut Sri. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra