MALANG KOTA-RADAR MALANG-Pendaftaran online untuk jenjang TK dan SD sudah rampung beberapa waktu lalu. Namun, masih ada 1.300 kuota siswa di SD negeri dan 134 di TK negeri yang belum terisi. Untuk itu, masing-masing sekolah mulai membuka pendaftaran secara offline.
Perinciannya di jenjang TK, ada empat sekolah yang belum terpenuhi pagunya. Dari total keseluruhan membuka untuk 270 kursi. Kouta yang terisi dari pendaftaran online hanya 127 kursi. Paling banyak kuota tersisa di TK Pembina 1, dari pagu 90 siswa baru terisi 37 saja.
”Kalau dari SD negeri masih ada 97 sekolah yang pagunya belum terpenuhi,” ujar Panitia SPMB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suradi. Dari 8.568 kursi yang dibuka tahun ini, dari pendaftaran online baru terisi 7.268 siswa. Untuk itu, tiap satuan pendidikan yang belum memenuhi pagu diminta memperpanjang pendaftaran melalui SPMB offline.
Aturan penerimaan pada SPMB offline itu tak seketat saat online. Wali murid hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran saat mendaftar. Tak perlu ada ketentuan jarak atau usia seperti pendaftaran online lagi.
Beberapa SD negeri yang masih menyisakan banyak pagu seperti SDN Bareng 1. Dari total 56 pagu yang dibuka, masih terisi 16. Sehingga kuotanya masih ada 40 yang tersisa.
Kepala SDN Bareng 1 Sarengat menuturkan, penurunan pendaftar baru terjadi tahun ini. Pihaknya saat ini masih berusaha memenuhi pagu itu dari pendaftaran offline. ”Kalau ada siswa dari luar Kota Malang juga kami persilakan mendaftar,” ujarnya.
Sarengat heran kenapa pendaftar di sekolahnya jarang. Padahal SDN Bareng 1 masuk peringkat 4 terbaik sekolah di Kecamatan Klojen. Selain itu, capaian nilai TKA para siswa juga termasuk baik, bahkan ada yang meraih angka 96,67 di mata pelajaran matematika. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo