Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Digitalisasi Warung Kelontong, Kolaborasi Mahasiswa FILKOM dan FEB UB Raih Pendanaan P2MW 2026 Melalui Startup Stoqin

Kholid Amrullah • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54 WIB
dok. FILKOM UB
dok. FILKOM UB

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kolaborasi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 melalui startup bernama Stoqin.

Pengumuman pendanaan tersebut dirilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 22 Mei 2026 melalui daftar proposal P2MW yang lolos pendanaan.

Stoqin dikembangkan sebagai aplikasi all-in-one mobile marketplace grosir dan kasir digital yang terintegrasi dengan analisis penjualan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Platform ini ditujukan untuk membantu pengelolaan warung kelontong melalui pencatatan transaksi, manajemen stok, hingga akses ke distributor grosir.

Founder Stoqin, Johan Arizona, mahasiswa Teknologi Informasi FILKOM UB angkatan 2023, mengatakan platform tersebut hadir untuk mendukung digitalisasi usaha ritel mikro.

“Stoqin memiliki visi untuk menjadi platform digital yang memberdayakan warung kelontong tradisional agar lebih efisien, menguntungkan, dan berkelanjutan di era ekonomi digital,” ujarnya.

Menurut tim pengembang, lahirnya Stoqin dilatarbelakangi oleh masih banyaknya warung kelontong di Indonesia yang dikelola secara manual. Melalui fitur Point of Sale (POS) berbasis ponsel pintar, pemilik warung dapat melakukan pencatatan transaksi dan pengelolaan stok secara lebih terstruktur.

Tim pengembang Stoqin terdiri atas mahasiswa Departemen Teknologi Informasi FILKOM UB, yakni Johan Arizona, Dimas Yoga Pratama, dan Muhammad Rizqullah Almadinah. Sementara aspek bisnis dan keuangan diperkuat oleh mahasiswa FEB UB, Nafi Satul Fuadhah dan Syarmi Ayesha Putri Samira.

Dok. FILKOM UB
Dok. FILKOM UB

Pengembangan startup tersebut mendapat pendampingan dan arahan dari Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd., Gr. selaku dosen pembimbing.

Okta mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan solusi digital yang menyasar pelaku usaha mikro. Menurutnya, produk yang dikembangkan memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan digitalisasi sektor ritel tradisional.

Selain berfokus pada aspek bisnis, pengembangan Stoqin juga dinilai sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur, serta SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan.

Keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi tim untuk mengembangkan platform dan memperluas manfaatnya bagi pelaku usaha mikro di Indonesia. (roy/akb)

Editor : Kholid Amrullah
##Universitas Brawijaya ##FILKOM UB ##FEB UB ##P2MW 2026 ##Startup Stoqin