Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Demo Day, AI Sekolah Rakyat Garapan FILKOM UB Kian Matang

Kholid Amrullah • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:51 WIB
Peserta AITF 2026 berfoto bersama usai pembukaan kegiatan konsinyering di Malang, Rabu (17/6).
Peserta AITF 2026 berfoto bersama usai pembukaan kegiatan konsinyering di Malang, Rabu (17/6).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pengembangan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pembelajaran di Sekolah Rakyat memasuki tahap pematangan akhir. Melalui program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF), mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyempurnakan sistem yang ditargetkan siap dipresentasikan pada Demo Day akhir Juni mendatang.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Konsinyering Persiapan Demo Day AITF yang berlangsung di Grand Mercure Malang Mirama, 17–20 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi forum akselerasi pengembangan dua use case utama AITF, yakni AI untuk Sekolah Rakyat dan sistem pemetaan kemiskinan serta bantuan sosial.

Yohanes Paulus Pical yang hadir mewakili Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos, mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan AI yang saat ini sedang disiapkan oleh peserta AITF. Menurutnya, hasil pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan layanan pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Untuk sementara masih dalam tahap piloting di SRMA 22. Ke depan kami berharap dapat digunakan di seluruh Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kementerian Sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemensos menaruh harapan besar agar learning management system (LMS) berbasis AI yang tengah dikembangkan dapat mulai dimanfaatkan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Kami berharap siswa baru maupun siswa yang naik kelas nantinya sudah bisa menggunakan LMS berbasis AI yang saat ini sedang dikembangkan,” katanya.

Suasana kegiatan konsinyering AITF 2026 di Malang, Rabu (17/6)
Suasana kegiatan konsinyering AITF 2026 di Malang, Rabu (17/6)

Sementara itu, Ketua Tim Teknis AITF Komdigi, Badar Agung Nugroho, menjelaskan bahwa konsinyering menjadi tahapan penting untuk menyempurnakan hasil Workshop 3 yang sebelumnya telah memperoleh berbagai masukan dari pengguna, tim teknis, maupun pemangku kepentingan.

Menurutnya, fokus kegiatan kali ini adalah memastikan model AI dan minimum viable product (MVP) yang dikembangkan peserta benar-benar siap sebelum dipresentasikan pada Demo Day.

“Tujuan kegiatan ini adalah mematangkan hasil dari workshop sebelumnya. Kami mengevaluasi kembali berbagai perbaikan yang sudah dilakukan, mulai dari penyempurnaan model, penambahan fitur, hingga perbaikan bug agar hasilnya lebih siap saat Demo Day,” jelasnya.

Badar menuturkan, salah satu indikator kesiapan produk adalah kemampuan sistem menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk use case Sekolah Rakyat, misalnya, sistem diharapkan mampu membantu penyusunan materi pembelajaran, pembuatan soal, hingga penyediaan konten pendukung pembelajaran berbasis AI.

Dekan FILKOM UB, Tri Astoto Kurniawan, mengatakan proses penyempurnaan dilakukan berdasarkan masukan yang diperoleh saat Workshop 3. Dalam forum tersebut, tim pengembang berdiskusi langsung dengan pengguna sehingga ditemukan sejumlah kebutuhan yang perlu disesuaikan.

“Dalam pengembangan sistem memang sering ditemukan perbedaan pemahaman antara pengembang dan pengguna. Melalui kegiatan ini kami menyamakan persepsi agar solusi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Tri Astoto, konsinyering selama empat hari diperlukan agar mahasiswa, dosen pembimbing, dan tim teknis dapat fokus menyelesaikan pengembangan sebelum memasuki tahap akhir program.

“Workshop berikutnya akan langsung memasuki tahap Graduation dan Demo Day. Karena itu proses akselerasi ini penting agar produk yang ditampilkan benar-benar siap,” katanya.

FILKOM UB sendiri menjadi salah satu perguruan tinggi yang dipercaya dalam pengembangan AITF 2026 bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Khusus di UB, pengembangan difokuskan pada dua use case strategis, yaitu Sekolah Rakyat serta pemetaan kemiskinan dan bantuan sosial di Jawa Timur.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan, hasil pengembangan AI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proyek pembelajaran mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai persoalan sosial di Indonesia. (akb)

Editor : Kholid Amrullah
##Universitas Brawijaya ##AITF 2026 ##FILKOM UB ##Sekolah Rakyat ##AI