Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SPMB SMA-SMK Jalur Afirmasi dan Prestasi Hasil Lomba di Kota Malang Ramai Pendaftar

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 18 Juni 2026 | 14:03 WIB
JALUR BERIKUTNYA: Salah satu wali murid bersama putrinya mendatangi Kantor Cabdin Kota Malang untuk konsultasi SPMB. (Darmono/Radar Malang)
JALUR BERIKUTNYA: Salah satu wali murid bersama putrinya mendatangi Kantor Cabdin Kota Malang untuk konsultasi SPMB. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pendaftaran di jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba jenjang SMA/SMK negeri dibuka sejak kemarin (17/6). Hingga pukul 14.00, tercatat ada 611 pendaftar. Rinciannya terdiri dari 251 pendaftar untuk jalur afirmasi dan 360 pendaftar jalur prestasi hasil lomba.

Tahun ini, kuota prestasi hasil lomba tak sampai 500 kursi. Untuk jenjang SMA negeri hanya ada 178 kuota saja. Sementara jenjang SMK negeri ada 373 pelajar yang bakal diterima.

Belum sampai sehari, pendaftarnya sudah sampai 360 siswa. Artinya potensi pendaftar yang gugur di jalur itu diprediksi mencapai ratusan orang. 

”Begitu juga jalur afirmasi, peminatnya sangat tinggi, khususnya afirmasi anak buruh sudah ada 300-an pendaftar. Padahal kuotanya hanya 181 kursi saja,” ujar Hendra Setiawan, Panitia SPMB Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu.

Jalur afirmasi jenjang SMA negeri yang mendapat jatah 30 persen dari total kuota itu masih dirinci lagi. Yaitu 13 persen untuk afirmasi keluarga dengan ekonomi tidak mampu. 

Lalu 7 persen untuk keluarga tidak mampu yang nilai akademiknya bagus. Sisanya 5 persen untuk anak buruh dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu. Serta 5 persennya lagi untuk penyandang disabilitas.

”Pembagiannya berbeda lagi dengan SMK negeri, porsinya untuk jalur afirmasi lebih sedikit,” lanjut Hendra. Jalur afirmasi hanya menempati 15 persen saja dari total kuota di setiap sekolah. Yaitu 7 persen untuk keluarga dengan ekonomi tidak mampu, 5 persen untuk anak buruh dari keluarga tidak mampu, dan 3 persen untuk penyandang disabilitas.

Dari sisi pendaftar, rata-rata yang datang ke Posko SPMB Cabdin Kota Malang dan Kota Batu hanya memastikan data sebelum daftar. Seperti dokumen yang harus disiapkan untuk masuk dari jalur tertentu. Sebab meski sama-sama afirmasi, dokumen yang diminta berbeda sesuai kategori yang dipilih. 

Rosyidah, salah satu orang tua pendaftar dari Kecamatan Lowokwaru menuturkan bahwa pihaknya datang ke posko karena tidak terlalu cakap memakai ponsel. Dia ingin memastikan dokumen yang dibawa sudah berdasar arahan dari website SPMB sudah sesuai.

”Sebenarnya semua bisa diakses dari rumah, tapi karena saya khawatir sebaiknya datang ke posko saja.  Apalagi tahap kali ini jadi peluang terakhir anak saya bersekolah gratis di sekolah negeri,” papar dia. Rencananya, Rosyidah akan mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi anak buruh.

Kuotanya memang terbilang sedikit.  Namun dia berharap penuh anaknya bisa lolos. Sekolah yang dibidik antara lain SMAN 8 atau SMAN 9 Kota Malang. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#SPMB SMA Kota Malang #SPMB SMA/SMK #SPMB SMA/SMK Kota Malang #SPMB SMK Kota Malang #SPMB