MALANG KOTA, RADAR MALANG - Animo pelajar yang mendaftar ke SMA dan SMK swasta di Kota Malang cukup tinggi. Itu terjadi setelah jalur domisili SMA/SMK negeri ditutup.
Salah satunya yakni SMK PGRI 3 Kota Malang. Menurut Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang Lukman Hakim, pihaknya sudah membuka pendaftaran sejak 10 Oktober 2025 dan masih berlangsung sampai sekarang.
”Sejauh ini kami sudah menerima 760 murid, tapi masih ada juga yang ingin mendaftar,” kata dia. Untuk jurusan yang diminati seperti teknik kendaraan ringan (TKR), teknik sepeda motor (TSM), permesinan, pengelasan, bisnis dan pemasaran, hingga teknik komputer dan jaringan (TKJ).
Menurut Lukman, kapasitas murid yang bisa diterima di SMK PGRI 3 Kota Malang cukup banyak. Meski begitu, pihak sekolah tidak sampai menambah kuota maupun rombongan belajar (rombel). ”Kuota kami tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni 978 murid,” sambung Lukman.
Upaya itu dilakukan untuk tetap menjaga kualitas pendidikan dan layanan yang diberikan kepada para pelajar. Terkait mekanisme penerimaan, Lukman menyebut tidak ada seleksi khusus. Pihaknya hanya mencermati para pendaftar yang menggunakan tindik, tato, dan memiliki kondisi buta warna.
Untuk yang mengalami beberapa kondisi itu tidak bisa diterima. Sebab, pihak sekolah berharap para lulusan bisa bekerja di industri. ”Kecuali murid dengan kondisi disabilitas. Karena kami sudah menyiapkan peralatan yang sesuai,” tegasnya.
Seperti diberitakan, kuota jalur domisili di SMA/SMK negeri di Kota Malang memang terbatas. Hanya ada 2.003 pelajar yang diterima. Sementara jumlah pendaftarnya mencapai 55.467 pelajar. Kuota domisili di SMA negeri hanya 1.251 kursi. Sementara kuota di SMK negeri hanya 752 pelajar.
Selain SMK PGRI 3 Kota Malang, ada MA Muhammadiyah 1 Malang. Pihak sekolah yang berada di Kelurahan Tlogomas itu sudah membuka pendaftaran sejak tahun lalu. ”Sejak April 2026 kami sudah membuka jalur reguler,” terang Kepala MA Muhammadiyah 1 Kota Malang Akhmad Ari Wibowo.
Pendaftaran pun masih berlangsung sampai sekarang. Saat ini sudah masuk gelombang dua yang berlangsung pada 11 Mei sampai 19 Juni mendatang. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra