KEPANJEN – Krisis siswa yang dialami SMP swasta makin parah. Lokasinya bukan hanya di satu atau dua kecamatan. Tapi merata di 33 kecamatan se-Kabupaten Malang. Hal itu disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kabupaten Malang Manan Supriadi.
Berkaca pada tahun lalu, Supriadi mengatakan, masih ada sekitar 25 persen dari 263 lembaga sekolah swasta yang kesulitan mencari siswa. Pagu yang disiapkan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak pernah penuh.
Kondisi tersebut juga masih dirasakan dalam SPMB tahun ini, meski prosesnya masih berjalan.
“Tahun ini kami masih melakukan pendataan, tetapi beberapa teman sudah menyampaikan kepada kami (MKKS) telah mengalami penurunan jumlah siswa. Data akhir nanti Insya Allah Juli baru selesai rekapitulasi,” ujar Manan yang juga Kepala SMP Budi Mulia Pakisaji beberapa waktu lalu.
Menurutnya, jumlah pendaftar di sekolah swasta tergantung kepercayaan masyarakat. Misalnya untuk sekolah swasta unggulan, lanjutnya, ada yang sudah menutup pendaftaran pada Februari-Maret, bahkan yang sejak Desember 2025 pun ada.
Berbeda dengan sekolah swasta yang dijadikan opsi setelah pendaftar gagal masuk sekolah negeri.
“Keterpenuhan kuota menjadi tugas teman-teman di sekolah swasta, terutama dalam menarik simpati dan kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dia melanjutkan, santernya permasalahan di beberapa pondok pesantren (ponpes) juga membuat kepercayaan masyarakat kepada sekolah berbasis agama berkurang.
Meski secara umum SMP swasta kekurangan siswa, namun masih ada yang mampu memenuhi pagu. Salah satunya SMP Budi Mulia Pakisaji. Sekolah tersebut membuka pendaftaran sejak Januari 2026 lalu. Setelah mendapat 160 siswa, pihaknya menutup pendaftaran karena menyesuaikan dengan jumlah ruang kelas serta sarana dan prasarana lainnya.
“Per kelasnya 32 anak. Sebenarnya, masih banyak yang ingin masuk, tetapi kami menyesuaikan kapasitas. Sejak tahun lalu, kuota kami selalu terpenuhi dan stabil sampai sekarang,” kata Manan.
Hingga saat ini, dia mengatakan, di sekolah tersebut terdapat 439 siswa. Dengan rincian, kelas tujuh yang baru masuk ada 160 anak, kelas delapan 160 anak, dan kelas sembilan 119 anak. (yun/dan).
Editor : Mahmudan