MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pendaftaran masuk jenjang SMA/SMK Negeri melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba ditutup kemarin (18/6). Hingga pukul 15.00, sudah ada 5.604 pendaftar yang memilih salah satu dari tiga jalur itu. Sementara kuota yang tersedia setelah mengalami pembaruan hanya untuk 3.069 siswa.
Paling banyak pendaftar dari jalur afirmasi keluarga tidak mampu. Pendaftar SMK Negeri dari jalur itu sebanyak 2.781, sementara di SMA Negeri ada 532. Sementara kuotanya 458 untuk SMA Negeri dan 529 untuk SMK Negeri.
”Kuota jalur afirmasi untuk keluarga tidak mampu memang paling besar, di jenjang SMA Negeri 13 persen sementara SMK Negeri 7 persen,” ujar Panitia SPMB Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu Hendra Setiawan. Batasan jangkauan jalur itu lebih luas untuk jenjang SMA Negeri, baik pendaftar dalam rayon maupun wilayah luar rayon yang berbatasan dengan rayon boleh mendaftar. Untuk jenjang SMK negeri, baik pendaftar dari dalam maupun luar rayon boleh mendaftar.
Untuk jenjang SMA Negeri, pendaftar hanya bisa memilih satu sekolah yang dituju. Begitu juga dengan SMK Negeri, hanya memperbolehkan pendaftar memilih satu sekolah dengan satu konsentrasi keahlian. Berbeda dengan jalur domisili yang memperbolehkan pendaftar memilih tiga sekolah atau tiga konsentrasi keahlian sekaligus.
”Syarat utama yang paling gampang diterima ya menyertakan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dan terdata di Dapodik,” lanjut Hendra. Persaingan afirmasi jalur keluarga tidak mampu itu bakal sangat ketat. Pengumumannya bakal dirilis di website SPMB Jatim 2026 pada 22 Juni mendatang.
Panitia SPMB perlu verifikasi dan validasi data yang diajukan pendaftar. Seperti kesesuaian alamat, kondisi rumah, dan pengecekan lain. Validasi itu demi menghindari potensi manipulasi data pendaftar.
Untuk peminat mutasi orang tua atau wali, pendaftarnya terbilang sedikit. Kuotanya dari SMA dan SMK Negeri ada 322 kursi. Sementara pendaftar baru 242 siswa saja.
Di pihak lain, Kepala MKKS SMK Negeri Kota Malang Gunawan Dwiyono mengaku, sejauh ini SPMB di lingkungannya cukup lancar. Beberapa wali murid datang untuk menanyakan pendaftaran SPMB yang dilakukan secara online. ”Sebenarnya sudah dijelaskan semua di website, jadi sejauh ini kalau ada yang datang untuk tanya ya kami arahkan sesuai juknis,” ujar Gunawan. (aff/gp)