Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

FIA UB Undang 74 Dosen dan Pakar untuk Review Kurikulum

Nahdiatul Affandiah • Jumat, 19 Juni 2026 | 15:18 WIB
BERLANGSUNG SUKSES: Jajaran pakar dari beragam latar belakang melakukan review kurikulum di enam Prodi FIA UB, pada Rabu, 17 Juni lalu.
BERLANGSUNG SUKSES: Jajaran pakar dari beragam latar belakang melakukan review kurikulum di enam Prodi FIA UB, pada Rabu, 17 Juni lalu.

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) konsisten melakukan peremajaan kurikulum tiap empat tahun sekali. Tahun ini, peninjauan kembali pembelajaran di FIA terangkum dalam Market Signal dan Workshop Review Kurikulum di Gedung E FIA UB pada Rabu lalu (17/6). Mulai dari alumni, pakar, dosen, hingga mahasiswa aktif mengkaji ulang keefektifan mata kuliah yang selama jadi bahan pembelajaran.

Review kurikulum meliputi enam program studi dari tiga jenjang pendidikan. Pada jenjang sarjana ada tiga Prodi. Di antaranya, Administrasi Publik, Administrasi Pendidikan, dan Ilmu Perpustakaan.

Baca Juga: Menuju Era Pemerintahan Digital: FILKOM UB Berikan Saran Strategis Transformasi Digital bagi Mahkamah Agung

Lalu, dari jenjang magister juga ada tiga Prodi. Mulai dari Administrasi Publik, Administrasi Publik Jakarta, dan Manajemen Pendidikan Tinggi. Terakhir, dari jenjang doktor ada satu Prodi, yaitu Ilmu Administrasi Minat Publik.

Kegiatan dibuka dengan sesi diskusi panel yang mengundang lima narasumber ahli. Yaitu Prof Dr Sugiyono MPd, Prof Mega Subramaniam PhD, Dr Wignyo Adiyoso, Dr Lina Miftahul Jannah SSos MSi, dan Prof Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD. ”Narasumber bergantian menyoroti urgensi dari adaptasi perguruan tinggi terhadap disrupsi teknologi, dan kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Ketua Market Signal dan Workshop Review Kurikulum FIA UB Endry Putra.

Diskusi panel dibuka dengan masing-masing narasumber membacakan hasil review kurikulum yang ada di FIA UB. Mulai rancangan mata kuliah hingga capaian perkuliahan. Diakhiri dengan diskusi interaktif dari peserta.

Baca Juga: Jalani Asesmen Lapang LAMSPAK, FIA UB Pertegas Standar Emas Pendidikan Administrasi Bisnis di Indonesia

Sebagai contoh Prof Dr Sugiyono M Pd menyoroti perumusan visi misi program studi yang dinilai penting. Namun perumusan itu harus berorientasi pada masa depan dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. ”Saat ini memutakhirkan ilmu harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang sudah digerakkan kecerdasan buatan atau AI,” paparnya.

Sementara itu Dr Wignyo Adiyoso menyoroti ketidaksesuaian yang terjadi antara dunia pendidikan dan kebutuhan kerja. Untuk itu, kurikulum pendidikan tinggi harus disusun berdasar peta kompetensi nasional. Semua dilakukan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

”SDM pada masa depan tentu harus menguasai keseimbangan soft skills dan hard skills,” ujar Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Perancangan Pembangunan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) itu. Skill itu penting agar lulusan perguruan tinggi bisa cepat menyesuaikan dunia kerja. Terutama untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#Review Kurikulum #Prodi Pendidikan #Workshop #fia ub