Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Asal Daftar, Begini Cara Menghitung Biaya Kuliah agar Tidak Salah Perkiraan

Choirun Nisa • Senin, 22 Juni 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi ospek mahasiswa baru kampus (Sumber: ITN Malang on The News)
Ilustrasi ospek mahasiswa baru kampus (Sumber: ITN Malang on The News)

MALANG, RADAR MALANG – Memilih kampus tidak hanya soal jurusan favorit dan peluang lolos seleksi. Calon mahasiswa baru juga perlu memperhitungkan biaya kuliah secara menyeluruh agar tidak salah perkiraan saat perkuliahan dimulai. Langkah ini penting agar mahasiswa dan orang tua bisa menyiapkan anggaran dengan lebih realistis, tidak hanya fokus pada biaya daftar ulang semata.

Biaya kuliah di perguruan tinggi umumnya terdiri atas beberapa komponen. Selain pembayaran rutin per semester, ada pula biaya awal masuk, kebutuhan perangkat belajar, hingga biaya hidup yang perlu dihitung sejak awal, terutama bagi mahasiswa yang akan kuliah di luar kota.

Hitung Biaya per Semester dan Biaya Sekali Bayar

Langkah pertama yang perlu dilakukan calon mahasiswa adalah memisahkan biaya kuliah ke dalam dua kelompok, yakni biaya rutin per semester dan biaya sekali bayar di awal kuliah. Biaya rutin biasanya berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan setiap semester. Sementara itu, biaya sekali bayar dapat berupa SPI atau IPI yang sering disebut uang pangkal, tergantung kebijakan kampus masing-masing.

Baca Juga: 10 Tahun Mangkrak, Begini Nasib Rusunawa ”Guru” di Kota Malang Tahun Ini

Danacita menjelaskan bahwa istilah biaya kuliah di perguruan tinggi bisa berbeda-beda, tetapi prinsipnya sama, yakni ada biaya operasional per semester dan ada biaya tambahan tertentu yang dibebankan kepada mahasiswa. Karena itu, calon mahasiswa perlu memahami istilah-istilah seperti UKT, BKT, SPI, maupun IPI agar tidak bingung saat membaca rincian biaya dari kampus tujuan.

Tambahkan Biaya Penunjang dan Biaya Hidup

Setelah mengetahui biaya akademik, calon mahasiswa juga perlu menambahkan pengeluaran penunjang yang sering kali luput dari perhitungan. Pengeluaran ini bisa meliputi pembelian laptop, buku, alat tulis, biaya transportasi, uang makan, biaya kos, hingga kebutuhan internet dan fotokopi tugas.

Perhitungan tersebut penting agar mahasiswa memiliki gambaran total biaya kuliah secara utuh, bukan hanya nominal yang harus dibayarkan saat awal masuk. Terlebih bagi mahasiswa perantau, biaya hidup di kota tujuan bisa menjadi komponen besar yang memengaruhi pengeluaran selama kuliah.

Beasiswa Bisa Jadi Solusi Meringankan Beban

Baca Juga: 392 Santri Thursina Diwisuda, Kantongi 209 LoA Kampus Internasional

Meski biaya kuliah bisa terasa berat, calon mahasiswa tetap memiliki peluang untuk meringankan beban lewat berbagai skema bantuan pendidikan. Ma’soem University menyebut bahwa sejumlah perguruan tinggi negeri masih membuka kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa jalur mandiri. Selain itu, ada pula kampus yang menyediakan beasiswa internal untuk mahasiswa aktif dengan prestasi akademik maupun nonakademik.

Karena itu, selain mengecek rincian biaya kuliah, calon mahasiswa juga disarankan mencari informasi beasiswa sejak awal. Langkah ini dapat membantu mahasiswa menyusun strategi pembiayaan yang lebih aman dan tidak hanya bergantung pada dana keluarga.

Dengan menghitung seluruh komponen biaya sejak sebelum mendaftar, mahasiswa baru dapat memilih kampus dengan lebih matang dan terukur. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu proses kuliah berjalan lebih tenang, tanpa beban administrasi yang datang di luar perkiraan.

Editor : Aditya Novrian
#Kuliah #UKT #ipi #mahasiswa #biaya