Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terobosan Kepala SMKN 1 Turen Malang dalam Meningkatkan Kualitas SDM Sekolah

Indah Mei Yunita • Rabu, 24 Juni 2026 | 15:52 WIB
Kepala SMKN 1 Turen Malang
Kepala SMKN 1 Turen Malang

 

KEUNGGULAN Sumber Daya Manusia (SDM) di SMKN 1 Turen tak lepas dari peran Suyitno. Dengan menerapkan entrepreneurial leadership, pria yang didapuk menjadi Kepala SMKN 1 Turen itu mengembangkan layanan pendidikan guna memaksimalkan konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha).

 

Dalam kepemimpinannya tersebut, dia mampu mencetak berbagai prestasi bagi sekolah yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Kelurahan Turen itu.

“Saya menggabungkan konsep kewirausahaan ke dalam manajemen sekolah,” ujar Suyitno kemarin (23/6).

 Menurutnya, kepemimpinan secara konvensional kurang relevan dengan era persaingan yang ketat. Persaingan bukan lagi antarlembaga, melainkan antar alumni saat memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 Melalui entrepreneurial leadership, Suyitno menanamkan mindset berwirausaha. Salah satunya berani mengambil risiko. Minimal risiko untuk menyediakan logistik, pembiayaan, waktu, dan kerja ekstra. Kemudian sikap pantang menyerah demi mencapai tujuan yang lebih baik.

 “Di samping persaingan ketat, saat ini juga sudah memasuki era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Semuanya serba tidak pasti, sehingga perlu menerapkan entrepreneurial leadership ini,” kata Suyitno.

 Gaya kepemimpinan tersebut dia terapkan dalam mengelola lembaga sekaligus finansialnya. Dari sisi lembaga, sebagai sekolah yang berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pihaknya mengelola beberapa kegiatan bisnis. Di antaranya business center, accounting business center, tempat servis ponsel, kuliner, busana, penyewaan aset, dan fotokopi.

 

Produk-produknya juga diminati pasar mancanegara. Hal tersebut ditunjukkan dengan partisipasi SMKN 1 Turen dalam Centrestage Hong Kong 2025 dan Hongkong Instyle 2026.

 “Dari sisi siswa, kami mengembangkan praktik berwirausaha di koperasi siswa (kopsis) yang dikelola siswa. Dari sana, mereka belajar mengelola usaha dagang,” kata dia.

 Kemudian, juga ada bank mini yang melakukan kegiatan transaksi. Siswa-siswi juga secara khusus melaksanakan kewirausahaan mandiri. Baik secara individu maupun berkelompok. Contohnya ada siswa yang berjualan dimsum.

 Pihaknya juga memfasilitasi seluruh siswa dengan menerapkan penilaian berbasis kolaborasi proyek. Setiap akhir semester, mereka bisa bekerja sama dengan UMKM untuk menganalisis produk.

 “Siswa-siswi tidak hanya belajar menjual, tetapi juga mempresentasikan tentang usaha tersebut. Termasuk menghitung BEP (break event point),” lanjutnya.

 Namun, tidak hanya memfasilitasi siswa yang ingin berwirausaha saja. Melalui entrepreneurial leadership, dia juga memfasilitasi siswa-siswi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga konsep BMW yang dikembangkan SMK dapat terwujud. (yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Kualitas Pendidikan Malang #SMKN 1 Turen #Pendidikan Malang