MALANG, RADAR MALANG – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pelestarian lingkungan melalui program Chem-E Adventure 2026. Kegiatan bertema Coastal Current: From Shared Spirit to Sustained Prosperity tersebut digelar di Pantai Wonogoro, Kabupaten Malang.
Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus memberdayakan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bersama pengelola Pantai Wonogoro, mahasiswa menanam 60 bibit cemara udang sebagai upaya mitigasi abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Penanaman vegetasi pantai tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang dalam melindungi kawasan pantai dari ancaman erosi dan perubahan lingkungan.
Selain itu, mahasiswa juga memasang sejumlah plang edukatif di titik-titik strategis kawasan wisata. Papan informasi tersebut berisi ajakan kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pantai.
“Selain kegiatan penghijauan, mahasiswa juga memasang plang edukatif di sejumlah titik strategis kawasan wisata. Papan informasi tersebut berisi ajakan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai,” ujar dosen pembimbing lapangan, Supriyono, S.T., M.T.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik, HMTK FTUB juga menyerahkan drum sampah kepada pengelola pantai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata alam.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, Chem-E Adventure 2026 juga menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui Workshop Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yang diikuti warga Desa Tumpakrejo. Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan peluang pasar yang menjanjikan.
Workshop VCO mendapat sambutan positif dari masyarakat karena memberikan wawasan baru mengenai diversifikasi produk berbasis kelapa. Selain meningkatkan keterampilan warga, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan yang berpotensi mendukung peningkatan pendapatan masyarakat desa.
Kegiatan yang mendapat pendampingan dari Supriyono tersebut juga menjadi sarana pengembangan kapasitas mahasiswa. Melalui sesi capacity building, peserta diajak memperkuat kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, serta solidaritas antarmahasiswa.
Pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat dan lingkungan pesisir menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
Bagi HMTK FTUB, Chem-E Adventure bukan sekadar program tahunan, melainkan wujud nyata peran mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan. Melalui sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pengelola kawasan wisata, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui mitigasi abrasi pantai, dan SDG 14 (Ekosistem Lautan). Termasuk meliputi SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian lingkungan pesisir, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pengelola kawasan wisata. (aw/drn)
Editor : A. Nugroho