Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pagu di 19 SMA Swasta di Kota Malang Belum Terpenuhi

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 25 Juni 2026 | 14:03 WIB
DAFTAR PIN: Wali murid dan pelajar calon pendaftar SPMB mengikuti tahap pengambilan PIN SPMB di SMAN 4 Kota Malang, beberapa waktu lalu. (istimewa)
DAFTAR PIN: Wali murid dan pelajar calon pendaftar SPMB mengikuti tahap pengambilan PIN SPMB di SMAN 4 Kota Malang, beberapa waktu lalu. (istimewa)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Dari 38 SMA swasta di Kota Malang, ada 19 sekolah yang melaporkan bahwa pagu di tempatnya belum terpenuhi. Seperti SMA Kertanegara, SMA Islam Sabilurrosyad, dan SMA 1 Muhammadiyah Malang. 

Catatan itu dihimpun Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang Sumardi. Menurut dia, beberapa SMA swasta sudah berhasil memenuhi pagu. 

Sebab semua kompak membuka pendaftaran murid baru sejak akhir 2025 lalu. Seperti di SMA Laboratorium UM, SMA Kosayu, dan SMA Dempo. Sekolah yang belum memenuhi pagu juga terus berjuang membuka pendaftaran hingga saat ini. 

Peluang mereka bertambah besar ketika pendaftaran SMA/SMK negeri rampung digelar. ”Biasanya pagu mulai terisi setelah pendaftar tuntas berjuang di SPMB dan berakhir belum dinyatakan lolos,” ujar Sumardi.

Senada dengan MKKS SMA negeri, Ketua MKKS SMK Swasta Lukman Hakim menuturkan masa pendaftaran untuk swasta memang lebih lama. Batasannya sampai pagu terisi. Untuk itu, kemungkinan besar sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu baru menutup pendaftaran berdekatan dengan pelaksanaan tahun ajaran baru.

”Jadwalnya memang rata-rata menunggu (pagu di) sekolah negeri selesai,” ujar Lukman. Saat ini masyarakat juga lebih selektif ketika memilih sekolah untuk anaknya. Para sekolah swasta harus berlomba-lomba menonjolkan identitas dan kualitas agar dipilih menjadi tujuan pendaftaran siswa.

Sementara itu, SPMB jenjang SMA/SMK negeri menyisakan dua tahap saja. Yakni tahap tiga untuk jalur prestasi akademik SMA negeri. Serta, tahap empat untuk jalur prestasi akademik SMK negeri. Bila ditotal, sisa kuota untuk dua jalur itu yakni 5.664 kursi. 

Panitia SPMB Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang-Kota Batu Robby Zunaidi mengatakan, aturan tentang kuota yang tersisa itu sudah ada dalam petunjuk teknis. Bisa jadi, SMA/SMK negeri yang pagunya belum terpenuhi bakal membuka pendaftaran offline

”Tapi melihat jumlah pengakses PIN dan persaingan pendaftar, sepertinya mustahil ada kuota yang tersisa,” ujarnya. Untuk diketahui, total ada 12.249 pelajar yang telah mengakses PIN untuk SPMB SMA/SMK negeri. 

Larisnya SMA/SMK negeri di Kota Malang itu terjadi karena jumlah sekolah yang tersedia cukup sedikit. Hanya ada 13 SMK negeri dan 10 SMA negeri saja. Padahal, lulusan SMP/MTs di Kota Malang tiap tahunnya bisa empat kali lipat dari total daya tampung. (aff/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#SPMB 2026 #SPMB SMA Kota Malang #SPMB SMA/SMK #SPMB SMA Swasta Kota Malang