SMKN 1 Turen terus menorehkan prestasi membanggakan. Sepanjang 1,5 tahun terakhir, sekolah kejuruan tersebut mengumpulkan 98 prestasi.
PADA 2025 lalu ada 60 prestasi dan tahun ini mendulang 38 prestasi. Pada 2 Mei lalu, SMKN 1 Turen juga meraih penghargaan Hari Pendidikan Nasional 2026 Jatim. Sekolah tersebut dinobatkan sebagai sekolah berintegritas, berkarakter, dan berprestasi menuju zona integritas mewujudkan Jatim cerdas, SDM unggul, dan berdaya saing.
Kepala SMKN 1 Turen Suyitno mengatakan, sekolahnya memang mengimplementasikan zona integritas. Sehingga mendapat predikat tersebut. Terdapat dua hal yang perlu dibangun. Yakni Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
”Untuk mewujudkan WBK, kami tidak menerima gratifikasi hingga menerapkan pengelolaan keuangan yang inklusi. Sedangkan WBBM terkait pelayanan yang berorientasi kepada siswa,” ujar Suyitno beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, tahun lalu juga menerima berbagai penghargaan. Di antaranya sebagai Role Model 1 Sekolah Moderasi Beragama yang diberikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. Selain itu, juga mewakili Kabupaten Malang sebagai sekolah percontohan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Kemudian, sekolah tersebut juga satu-satunya SMK yang mendapat giat Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) adaptif 2025. Setiap tahun, pihaknya mengikutsertakan siswa-siswinya dalam UKBI. Hasilnya selalu menunjukkan peningkatan, sehingga mampu mendapat penghargaan.
“Kami menerapkan PBN (Pengutamaan Bahasa Negara). Selain pembelajaran, dalam hal surat-menyurat, diksi yang digunakan juga kami perhatikan,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, prestasi tersebut tidak hanya diperoleh dari lomba. Keikutsertaan pada event nasional maupun internasional juga mendapatkan apresiasi. Seperti partisipasi siswa-siswinya dalam Center Stage Asia’s Fashion Spotlight di Hongkong Convention and Exhibition Center pada 3-6 September 2025 lalu. Kemudian partisipasi Hong Kong Instyle 2026, serta partisipasi dalam misi dagang Provinsi Jatim bersama gubernur.
Di bidang akademik, dia mengatakan, siswa-siswinya juga berhasil menorehkan berbagai prestasi. Di antaranya juara ketiga Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang kuliner tingkat Provinsi Jatim. Selain itu juara pertama Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) bidang tari kreasi tingkat Kabupaten Malang.
“Kami memang memfasilitasi anak-anak yang ingin mengikuti ajang talenta. Ajang tersebut bisa menambah poin sekolah maupun anak-anak,” kata Suyitno.
Sehingga saat lulus, siswa-siswinya memiliki poin plus di masyarakat. Poin tersebut diharapkan mampu bermanfaat untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk terus meningkatkan prestasinya, SMKN 1 Turen memiliki program-program unggulan. Salah satunya Integrated Teaching Factory (I-TEFA). Selain itu, pihaknya juga melakukan evaluasi berkelanjutan. Kolaborasi juga terus dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholder dalam semua kegiatan.(yun/dan).
Editor : Mahmudan