Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat Sejak Dini, FKH UB Edukasi Penyakit Parasit di SDN 2 Gubugklakah

A. Nugroho • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:41 WIB
SEJAK DINI: FKH Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong peningkatan kesadaran hidup sehat melalui kegiatan edukasi penyakit parasit berbasis teknologi tepat guna, Jumat (26/6).
SEJAK DINI: FKH Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong peningkatan kesadaran hidup sehat melalui kegiatan edukasi penyakit parasit berbasis teknologi tepat guna, Jumat (26/6).

 

MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong peningkatan kesadaran hidup sehat sejak usia dini melalui kegiatan edukasi penyakit parasit berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan tersebut digelar di SDN 2 Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jumat (26/6).

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya penyakit yang disebabkan oleh parasit, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami, tim dosen dan mahasiswa FKH UB mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan yang higienis, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya memutus rantai penularan penyakit parasit.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti berbagai simulasi dan praktik sederhana dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sebagai media edukasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

Ketua tim pengabdian FKH UB menyampaikan bahwa anak-anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terpapar penyakit parasit karena masih dalam tahap pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

"Kami berharap materi yang diberikan tidak hanya dipahami oleh siswa, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat disampaikan kembali kepada keluarga maupun lingkungan sekitar," ujarnya.

Pihak SDN 2 Gubugklakah mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Edukasi kesehatan dengan pendekatan yang menyenangkan dinilai mampu meningkatkan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, FKH UB berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi preventif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan peduli terhadap pentingnya pencegahan penyakit. (*)

Editor : A. Nugroho
#kedokteran hewan #FKH #universitas brawijaya #UB