MALANG KOTA, RADAR MALANG – Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kembali menggelar Diklat Jurnalistik Guru SD/MI se-Kecamatan Lowokwaru. Bakal diselenggarakan 30 Juli mendatang, acara yang sudah digelar rutin sejak 2023 lalu ini, telah sukses mengedukasi guru untuk menghadapi wartawan abal-abal dan berita hoaks yang banyak beredar di masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan..
Selain itu, pada 2025 lalu, kegiatan serupa juga telah sukses menerbitkan buku antologi “Sayap Kemenangan Amir”. Buku ini merupakan karya guru SD/MI se-Kecamatan Lowokwaru yang jadi peserta diklat saat itu.
Pada kegiatan diklat tahun ini, Jawa Pos Radar Malang menggandeng salah satu penulis buku terbaik dari PT Cita Intrans Selaras, Wawan Sulthon Fauzi MPd. Wawan akan didampingi Kepala Editor Penerbit yakni Uni Ruchul Janah sebagai pemateri dan akan merancang program untuk membuat buku antologi bagi seluruh peserta yang ikut tahun ini.
Selain itu, selama diklat peserta akan mendapatkan materi bagaimana membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menerima wartawan abal-abal alias bodrex dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Wakil Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Malang Mahmudan.
Hanya dengan kontribusi sebesar 450 ribu rupiah, seluruh peserta akan mendapatkan fasilitas lengkap selama diklat. Termasuk penerbitan buku antologi yang sudah ber-ISBN, publikasi prestasi sekolah di website Jawa Pos Radar Malang, dan sertifikat yang ditanda tangani Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM.
Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SD/MI se-Kecamatan Lowokwaru Bachtiar Eko S. sangat mengapresasi sekolah yang sudah menuntaskan pembuatan buku tahun 2025 lalu. Begitu pun sejumlah guru yang sudah mendaftar untuk kuota tahun ini.
“Sekolah tidak akan rugi berinvestasi ilmu jurnalistik dan karya tulis buku untuk para gurunya. Karena informasi yang didapat saat diklat bisa diaplikasikan secara nyata di sekolah dalam peningkatan literasi guru tersebut,” tutupnya. (bes)
Editor : A. Nugroho