MALANG KOTA, RADAR MALANG - Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) merancang tugas perkuliahan tak hanya berakhir menjadi nilai semata. Melalui Project Ujian Akhir Semester (UAS) Teknik Penulisan Konten Kreatif Digital, mahasiswa membantu UMKM lokal menguarkan branding berbasis kepenulisan, yakni copywriting dan storytelling.
Proyek penulisan marketing ini lahir dari penerapan kurikulum baru di semester empat (4) Program Studi D3 Administrasi Bisnis. Sebagai mata kuliah praktik baru yang diimplementasikan, fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan keterampilan riil yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini, sekaligus memberikan kontribusi sosial secara langsung ke sektor UMKM. Kelas yang terlibat aktif dalam kegiatan ini meliputi kelas N4A, N4B, N4C, N4E, dan N4F.
Guna memberikan dampak yang spesifik dan tepat sasaran, masing-masing kelas menggandeng produk UMKM lokal yang berbeda untuk diajak berkolaborasi secara intensif, di antaranya kelas N4A, berkolaborasi dengan Mendjahit, sebuah umkm konveksi untuk melayani kebutuhan seragam organisasi, jaket angkatan dan pakaian dinas harian.
Lalu kelas N4B, berkolaborasi dengan Wuffy Space, sebuah family ground dengan cafe yang menyediakan ruang bermain anak sekaligus tempat bersantai orang tua. Untuk kelas N4C, berkolaborasi dengan Dominance, Cafe baru dengan gaya nuansa modern cocok untuk dijadikan (Work From Cafe) WFC. Sementara kelas N4E, berkolaborasi dengan UB Merch , Sebagai bentuk warna baru UB Merch menyediakan Merchandise resmi kampus Universitas Brawijaya. Yang terkahir kelas N4F, berkolaborasi dengan Vosco berfokus pada Cafe Coffee mengusung konsep klasik dan modern.
Dosen Pengampu Mata Kuliah, Hapsari Dian Sylvatri, SS MIKom mengatakan proyek akademis yang bersifat aplikatif ini dirancang sebagai solusi konkret atas tantangan yang dihadapi UMKM dalam membangun identitas digital. Sylva menekankan bahwa banyak pelaku usaha lokal memiliki produk berkualitas tinggi, namun masih kesulitan dalam merangkai pesan pemasaran yang persuasif di media sosial. “Dengan adanya mata kuliah tersebut, temen-temen bisa praktik secara langsung. Melalui konsep semi-praktik bekerja di lapangan ini, teman-teman mahasiswa bisa belajar banyak hal mendasar, seperti cara bernegosiasi dan bagaimana melakukan reach out ke pihak industri untuk menjalin kerja sama,” ungkap Hapsari Dian Sylva.
Melalui proyek ini, mahasiswa dari kelima kelas tersebut ditantang untuk melihat celah pasar secara jeli dan terjun langsung menyusun strategi komunikasi digital yang komprehensif. Mereka menyusun narasi produk (brand storytelling) yang mendalam, menulis takarir (caption) media sosial yang interaktif, hingga merancang teknik copywriting visual yang estetik. Setelah selasai, seluruh hasil karya penulisan akan dipublikasikan secara resmi melalui platform artikel digital seperti Medium atau Blogspot.
Sylva juga berharap mahasiswa menekankan pentingnya mentalitas profesional dalam menghadapi tantangan di lapangan. “Harapan saya untuk adik-adik mahasiswa di angkatan 2024 ini adalah agar bisa lebih semangat dan lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah yang ada, baik kendala internal maupun kesulitan seperti memanajemen waktu dalam kegiatannya sehari-hari. Sebagai mahasiswa, kita harus bisa bersikap profesional. Jika ada kendala eksternal terkait waktu dan sebagainya, mereka harus bisa mencari solusi dan memecahkannya sendiri,” tuturnya.
Langkah nyata dari Fakultas Vokasi UB ini sekaligus menegaskan keberhasilan penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam mata kuliah Teknik Penulisan Konten Kreatif Digital. Melalui kurikulum baru berbasis praktik ini, mahasiswa mampu dalam mendukung kesiapan digital UMKM lokal dari sektor akar rumput. (*)
Editor : A. Nugroho