Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UM dan Disdikbud Kota Malang Perkuat Mutu PAUD Lewat Sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs

A. Nugroho • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:57 WIB
SINERGI: Universitas Negeri Malang (UM) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menghadirkan kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs, Rabu (1/7).
SINERGI: Universitas Negeri Malang (UM) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menghadirkan kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs, Rabu (1/7).

 

MALANG, RADAR MALANG – Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Universitas Negeri Malang (UM) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menghadirkan kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs untuk Menstimulasi Kemampuan Bahasa Inggris Awal, Sosial-Emosional, dan Berpikir Kritis Anak TK yang diselenggarakan  di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Rabu (1/7).

Setidaknya sekitar 80 peserta menghadiri kegiatan pelatihan dan sosialisasi ini. Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari 16 gugus Pendidikan Anak Usia Dini se-Kota Malang, meliputi sekitar 70 satuan pendidikan TK dari berbagai wilayah. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi sosialisasi dan diskusi mengenai penerapan Model Pembelajaran PLAYER-Cs sebagai inovasi pembelajaran bagi anak usia dini.

INOVATIF: Pembukaan sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs.
INOVATIF: Pembukaan sosialisasi Model Pembelajaran PLAYER-Cs.

 
Program ini merupakan bagian dari kerjasama strategis antara Universitas Negeri Malang sebagai mitra Disdikbud Kota Malang, khususnya melalui tim peneliti pengembang Model Pembelajaran PLAYER-Cs yang digagas oleh Sari Karmina, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam merealisasikan hasil riset menjadi inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di satuan pendidikan anak usia dini.

Model Pembelajaran PLAYER-Cs merupakan kerangka pedagogis holistik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini. Model ini mengintegrasikan enam proses pembelajaran yang saling berkaitan, yakni Play, Learn, Apply, Evaluate & Reflect, Collaboration, dan Critical Thinking. Melalui pendekatan tersebut, PLAYER-Cs tidak hanya mendorong anak belajar melalui aktivitas bermain yang terarah, tetapi juga membangun kemampuan anak dalam menerapkan pengetahuan, bekerja sama, melakukan refleksi, serta mengembangkan daya nalar dan keterampilan memecahkan masalah sejak usia dini.

Dalam implementasinya, PLAYER-Cs dirancang untuk menstimulasi tiga kompetensi utama, yaitu kemampuan bahasa Inggris awal, perkembangan sosial-emosional, dan keterampilan berpikir kritis. Ketiga kompetensi tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.


Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penguatan materi dari tiga akademisi Universitas Negeri Malang yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan anak usia dini.

Sari Karmina, S.Pd., M.Pd., Ph.D., membuka sesi dengan materi Playful Learning in Early Childhood Education yang mengulas pentingnya pembelajaran berbasis bermain sebagai sarana membangun pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Materi disusul dengan topik Social and Emotional Learning oleh Evania Yafie, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Sesi ini membawa peserta untuk memahami pentingnya kompetensi sosial dan emosional anak sejak usia dini, mulai dari kemampuan mengenali emosi, membangun hubungan positif, hingga menumbuhkan empati sebagai bekal keberhasilan belajar dan kehidupan.

Sementara itu, Drs. I Wayan, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi Critical Thinking in Early Childhood Education. Ia memaparkan pentingnya menentukan strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan bertanya, bernalar, serta memecahkan masalah melalui aktivitas yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan contoh strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Para guru dengan antusias mengikuti arahan aktivitas interaktif dan melakukan diskusi dengan tim peneliti juga dengan para guru dari sekolah yang berbeda. Berbagai pengalaman dan praktik yang dibagikan untuk peserta diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyempurnaan model sehingga semakin adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran di lapangan.


Kerja sama antara Universitas Negeri Malang dan Disdikbud Kota Malang ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui inovasi berbasis riset. Program ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Quality Education, melalui upaya peningkatan kompetensi pendidik dan pengembangan model pembelajaran yang berpusat pada anak. Di sisi lain, kolaborasi kedua institusi juga mengimplementasikan SDGs poin 7, Partnerships for the Goals, dengan memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.


Melalui kegiatan ini, Model Pembelajaran PLAYER-Cs diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap di berbagai satuan TK di Kota Malang, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi anak sebagai bekal dalam menghadapi tantangan masa depan. (*)

Editor : A. Nugroho
#Universitas Negeri Malang #um #malang