Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Langkah Nyata KLK FILKOM UB Bangun Ekosistem Smart Environment di tepi Sungai Brantas, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang

Kholid Amrullah • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:31 WIB
dok. PSIK FILKOM UB
dok. PSIK FILKOM UB
MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) mengadakan kegiatan konservasi penanaman pohon pisang dan pohon bambu di area bantaran Sungai Brantas, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan Green Qurban FILKOM UB, pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan ini juga termasuk pada program Kampung Lingkar Kampus (KLK FILKOM UB) ini merupakan realisasi pasca-agenda Kunjungan Pemetaan Wilayah Tim KLK FILKOM UB ke Kelurahan Ketawanggede lalu.
Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Turut hadir mendampingi di lapangan, Dr. Eng. Gembong Edhi Setyawan, S.T., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, Dr. Eng. Budi Darma Setiawan, S.Kom., M.Cs., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa serta Ketua KLK FILKOM UB, Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., dan Ketua Smart Green Campus (SGC) FILKOM UB, Dr. Tibyani, S.T., M.T.. Kehadiran dekanat ini merupakan bukti keseriusan FILKOM UB dalam mengawal program berbasis eco-green di wilayah sekitar kampus.
Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE., menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas inisiatif strategis dari UB, khususnya FILKOM UB. Beliau menekankan bahwa sebagai institusi yang hidup berdampingan secara geografis, sinergi ini merupakan wujud nyata kerukunan bertetangga yang ideal, di mana kampus hadir membawa solusi konkret bagi wilayah di sekitarnya. Raden juga menambahkan bahwa Program Pemberdayaan Kawasan Lingkar Kampus ini menjadi stimulus penting yang sejalan dengan upaya kelurahan dalam menata kawasan bantaran sungai agar lebih produktif, aman dari risiko lingkungan, dan tertata secara estetis.
dok. PSIK FILKOM UB
dok. PSIK FILKOM UB

 Sementara itu, Ir. Edy Santoso, S.Si., M.Kom., menambahkan bahwa agenda penanaman vegetasi ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang memadukan dua fungsi utama, yakni proteksi ekologis dan ketahanan sosial. Pemilihan komoditas dilakukan dengan perhitungan matang di mana akar kuat dari pohon bambu difokuskan sebagai jangkar alami untuk menahan laju abrasif tanah tebing sungai dari ancaman erosi, sementara pohon pisang diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pangan warga saat masa panen tiba. Melalui integrasi tersebut, gerakan penghijauan di kawasan Lowokwaru tidak lagi menjadi aksi seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi koridor sabuk hijau (green belt) yang mandiri, lestari, dan membawa berkah ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kegiatan ini sangat didukung oleh pimpinan fakultas yang berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan program pengabdian masyarakat dengan indikator capaian pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi lintas unit antara tim KLK, SGC, serta jajaran dekanat, FILKOM UB berupaya menciptakan cetak biru (blueprint) penataan lingkungan berbasis sains dan teknologi yang aplikatif,” tegas Edy.

Melalui integrasi ini, gerakan penghijauan di kawasan Lowokwaru tidak lagi menjadi aksi seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi koridor sabuk hijau (green belt) yang mandiri, lestari, dan membawa berkah ekonomi bagi masyarakat setempat. Langkah nyata ini sekaligus menjadi bukti konkret komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui inovasi lingkungan yang cerdas dan berdampak jangka panjang. (rr)

Editor : Kholid Amrullah
#Kampung Lingkar Kampus #FILKOM UB #sungai brantas #konservasi lingkungan #sdgs