MALANG KOTA, RADAR MALANG - Meski jadwal daftar ulang masih dibuka, UIN Maliki Malang mengakui bahwa potensi pelajar yang tak daftar ulang di jalur SNBT cukup besar.
Sebab aturannya tak seketat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang membuat peserta tak bisa daftar ke perguruan tinggi lagi setelah menolak jalur itu.
”Masa daftar ulang SNBT tahun ini bakal ditutup 15 Juli nanti,” ujar Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Tahun ini ada 1.960 kuota yang tersedia untuk jalur SNBT.
Total ada 4.015 pendaftar yang menyerbu posisi tersebut. Namun yang diterima hanya 1.566 pelajar saja. Hingga kemarin (2/7), baru ada 900 pendaftar yang melakukan daftar ulang.
Imam menyebut bahwa pihaknya sengaja membuka daftar ulang hingga pertengahan Juli untuk memberi waktu bagi pendaftar berpikir secara matang. Termasuk menyiapkan biaya untuk masuk ma’had dan UKT.
Sementara itu, Universitas Brawijaya (UB) membuka masa daftar ulang SNBT sampai 6 Juli nanti. Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat mengatakan, tahun ini pihaknya membuka kuota jalur SNBT untuk 5.842 mahasiswa.
Jumlah kuota yang dibuka itu lebih besar dari tahun 2025 lalu. Sebab saat itu ada 5.608 mahasiswa baru yang diterima. Untuk tahun 2026 ini, proses daftar ulang jalur SNBT dibuka dari 22 Juni sampai 6 Juli mendatang. Arif menyebut, pada 2025 yang melakukan daftar ulang sebanyak 5.608 mahasiswa.
”Sementara tahun 2026, dari awal dibuka sampai 30 Juni masih di angka 3.642 mahasiswa,” kata Arif. Dia optimistis mahasiswa yang daftar ulang pada 2026 ini bakal mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. ”Terutama pada prodi D3 Administrasi Bisnis. Sebab di prodi tersebut yang tidak daftar ulang cukup banyak,” sambung dia.
Saat melakukan daftar ulang, calon maba harus membawa sejumlah persyaratan. Seperti surat pernyataan hingga pakta integritas. Maba juga harus menyiapkan pembayaran UKT.
Pihaknya sudah meminta agar calon mahasiswa baru (camaba) segera melakukan daftar ulang. Sebab tidak ada toleransi bagi mereka yang terlambat daftar ulang. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra